Kapan Hari Tasyrik 2025? Catat Tanggal dan Apa Hukumnya

Bagikan :
Ilustrasi kapan Hari Tasyrik 2025? Simak hukum dan larangannya. (Freepik.com)

jogjaberkabar – Umat Islam di seluruh dunia sebentar lagi akan merayakan Hari Raya Iduladha, momen penting yang identik dengan ibadah kurban.

Namun setelah hari raya tersebut, terdapat tiga hari istimewa dalam kalender Hijriah yang dikenal sebagai Hari Tasyrik.

Hari-hari ini memiliki kedudukan khusus dalam Islam, bahkan memiliki larangan dan keutamaan tersendiri. Lantas, kapan Hari Tasyrik 2025? Apa saja amalan dan hukumnya?

Apa Itu Hari Tasyrik?

Hari Tasyrik adalah tiga hari berturut-turut setelah Hari Raya Iduladha, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah dalam penanggalan Hijriah. Ketiga hari ini merupakan lanjutan dari perayaan Iduladha yang masih berhubungan erat dengan pelaksanaan ibadah kurban dan penyembelihan hewan ternak.

Secara bahasa, kata “tasyrik” berasal dari bahasa Arab tasyriq asy-syams, yang berarti “menghadapkan ke arah timur” atau sinar matahari.

Tradisi ini merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab zaman dahulu yang menjemur daging kurban di bawah matahari untuk dijadikan dendeng. Oleh karena itu, hari-hari setelah Iduladha disebut sebagai Hari Tasyrik karena berkaitan dengan pengolahan daging kurban.

Kapan Hari Tasyrik 2025?

Menurut kalender Hijriah Kementerian Agama Republik Indonesia, 10 Zulhijah 1446 H yang merupakan Hari Raya Idul Adha 2025 jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025. Maka secara berurutan, Hari Tasyrik akan jatuh pada:

Sabtu, 7 Juni 2025 (11 Zulhijah)

Minggu, 8 Juni 2025 (12 Zulhijah)

Senin, 9 Juni 2025 (13 Zulhijah)

Catatan tanggal ini penting bagi umat Islam untuk merencanakan ibadah dan memahami larangan yang berlaku selama Hari Tasyrik.

Hukum dan Larangan pada Hari Tasyrik

1. Dilarang Berpuasa

Salah satu hukum penting yang harus diperhatikan pada Hari Tasyrik adalah larangan untuk berpuasa. Rasulullah SAW secara tegas melarang umat Islam berpuasa pada hari-hari tersebut karena merupakan waktu untuk bersyukur, makan, minum, dan memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

Rasulullah bersabda:

“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW mengutus Abdullah bin Huzhafah untuk menyampaikan kepada umat Islam agar tidak berpuasa di Mina selama hari-hari Tasyrik:

“Janganlah kalian berpuasa pada hari-hari ini, karena hari-hari itu adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah Azza wa Jalla.” (HR. Ahmad)

Larangan ini berlaku untuk seluruh umat Islam, baik yang sedang berhaji maupun yang tidak. Kecuali dalam kondisi tertentu seperti sedang meng-qadha puasa yang memang memiliki ketentuan khusus dari para ulama.

2. Ibadah Kurban Masih Berlaku

Hari Tasyrik juga masih menjadi waktu yang dibolehkan untuk menyembelih hewan kurban. Menurut mayoritas ulama, waktu menyembelih kurban berlangsung mulai dari setelah salat Iduladha (10 Zulhijah) hingga 13 Zulhijah sebelum matahari terbenam.

Keistimewaan dan Amalan Hari Tasyrik

Hari Tasyrik bukan sekadar kelanjutan dari Hari Raya Iduladha. Terdapat banyak keutamaan spiritual yang dapat diraih umat Islam selama tiga hari ini. Di antaranya:

1. Hari yang Agung di Sisi Allah

Hari-hari Tasyrik termasuk dalam “Ayyamut Tasyriq”, yakni hari yang agung dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:

“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari kurban (Iduladha), kemudian hari al-Qarr.”

(HR. Abu Daud, disahihkan oleh Al-Albani)

Hari al-Qarr adalah 11 Zulhijah, yaitu Hari Tasyrik pertama. Hari ini disebut sebagai hari istirahat para jemaah haji setelah melontar jumrah di Mina.

2. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Dalam kitab Lathoif al-Ma’arif, disebutkan bahwa Abu Musa Al-Asy’ari pernah berkata:

“Tiga hari setelah Iduladha adalah ayyamul ma’dudat (hari-hari yang ditentukan) sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan pada hari-hari itu tidak akan ditolak.”

Karena itu, sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, zikir, membaca takbir, tahlil, dan tahmid pada hari-hari Tasyrik.

3. Menghidupkan Takbir Muthlaq dan Muqayyad

Takbir selama Hari Tasyrik terdiri dari dua jenis:

Takbir Muqayyad: Takbir yang dilantunkan setelah salat wajib sejak subuh 9 Zulhijah (hari Arafah) hingga asar 13 Zulhijah.

Takbir Muthlaq: Takbir yang dilafalkan secara bebas kapan saja selama Hari Tasyrik.

Kedua takbir ini merupakan bentuk pengagungan kepada Allah dan simbol syiar keimanan yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Hari Tasyrik merupakan momen penting dalam kalender Islam yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Selain sebagai kelanjutan dari Hari Raya Kurban, hari ini juga menyimpan banyak nilai spiritual dan keutamaan.

Dengan mengetahui kapan Hari Tasyrik 2025 jatuh, yaitu 7 hingga 9 Juni 2025, umat Islam diharapkan bisa lebih mempersiapkan diri dalam mengisi hari-hari tersebut dengan zikir, doa, serta menjauhi larangan seperti berpuasa.

Mari manfaatkan Hari Tasyrik sebagai momen untuk bersyukur, memperbanyak amal, dan mempererat tali persaudaraan sesama umat Muslim. Semoga setiap ibadah dan zikir kita diterima oleh Allah SWT.

***

Berita Terkini