
jogjaberkabar – Menjelang perayaan Idul Adha 2025, umat Islam di seluruh dunia kembali diseru untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah di awal bulan Dzulhijjah.
Tiga puasa utama yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan adalah puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah.
Namun, kapan tepatnya pelaksanaan puasa Dzulhijjah 2025 dimulai? Apa saja keutamaannya dan bagaimana hukumnya dalam Islam?
Artikel ini akan membahas secara lengkap jadwal, niat, serta keutamaan puasa-puasa di bulan Dzulhijjah berdasarkan dalil dan pendapat para ulama.
Anjuran dan Dalil Tentang Puasa di Awal Dzulhijjah
Puasa di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal shaleh padanya lebih dicintai Allah daripada pada hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).”
Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?”
Nabi menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang pergi berjihad dengan jiwa dan hartanya dan tidak kembali dengan sesuatu pun.” (HR. Al-Bukhari, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
Apakah Harus Puasa 9 Hari Berturut-turut?
Perlu digarisbawahi bahwa puasa Dzulhijjah hukumnya sunnah, bukan wajib. Maka dari itu, tidak ada kewajiban bagi umat Islam untuk menyempurnakan sembilan hari puasa penuh.
Jika tidak sanggup, umat cukup memilih hari-hari utama seperti puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Aisyah RA dalam hadis riwayat Muslim menyatakan bahwa Rasulullah SAW sendiri tidak selalu berpuasa di seluruh 10 hari awal Dzulhijjah.
Ulama memahami hal ini sebagai bentuk kemudahan dan fleksibilitas dalam ibadah sunnah.
Keutamaan Puasa Dzulhijjah dan Puasa Arafah
Berpuasa di hari-hari awal bulan Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan yang dijelaskan dalam berbagai riwayat. Beberapa di antaranya adalah:
1. Lebih Utama dari Jihad
Amalan selama 10 hari pertama Dzulhijjah, termasuk puasa, lebih dicintai oleh Allah daripada jihad, kecuali jihad yang benar-benar total dalam pengorbanan jiwa dan harta.
2. Penghapus Dosa
Disebutkan bahwa puasa pada hari pertama Dzulhijjah dapat menjadi sebab pengampunan dosa, sebagaimana yang Allah berikan kepada Nabi Adam AS.
3. Pahala Setara Setahun
Satu hari berpuasa di awal Dzulhijjah setara dengan puasa setahun penuh. Sementara beribadah di malam harinya menyamai qiyamul lail sepanjang tahun.
4. Kemudahan Hidup
Puasa pada hari ketujuh Dzulhijjah diyakini bisa menjadi pembuka kemudahan dan tertutupnya berbagai kesulitan hidup.
5. Keutamaan Puasa Tarwiyah
Menurut sebagian riwayat, puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa selama satu tahun. Namun, hadis tentang hal ini memiliki sanad yang diperselisihkan kekuatannya.
6. Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah adalah yang paling utama bagi yang tidak berhaji. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa puasa ini dapat menghapus dosa dua tahun sekaligus: satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang (HR. Muslim).
Jadwal Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah Tahun 2025
Berdasarkan keputusan hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025.
Maka dari itu, umat Islam bisa mulai melaksanakan puasa Dzulhijjah sejak hari tersebut hingga hari kesembilan, yang dikenal dengan puasa Arafah. Sementara itu, Hari Raya Idul Adha 1446 H akan dirayakan pada Jumat, 6 Juni 2025.
Berikut jadwal lengkap puasa sunnah di bulan Dzulhijjah 2025:
Puasa 1 Dzulhijjah: Rabu, 28 Mei 2025
Puasa 2 Dzulhijjah: Kamis, 29 Mei 2025
Puasa 3 Dzulhijjah: Jumat, 30 Mei 2025
Puasa 4 Dzulhijjah: Sabtu, 31 Mei 2025
Puasa 5 Dzulhijjah: Minggu, 1 Juni 2025
Puasa 6 Dzulhijjah: Senin, 2 Juni 2025
Puasa 7 Dzulhijjah: Selasa, 3 Juni 2025
Puasa 8 Dzulhijjah (Tarwiyah): Rabu, 4 Juni 2025
Puasa 9 Dzulhijjah (Arafah): Kamis, 5 Juni 2025
Tahun ini, pelaksanaan Idul Adha oleh Pemerintah dan Muhammadiyah bertepatan, sehingga jadwal puasa ini bisa diikuti oleh seluruh umat Muslim di Indonesia tanpa perbedaan.
Lafal dan Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah
Bagi yang ingin melaksanakan puasa sunnah di bulan mulia ini, berikut niat yang bisa dibaca sebelum subuh:
1. Niat Puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُوالْحِجَّةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta’aala
Artinya: “Aku berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aala
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillaahi ta’aala
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Puasa di bulan Dzulhijjah, khususnya puasa Tarwiyah dan puasa Arafah, adalah peluang besar untuk meraih pahala dan pengampunan dosa dari Allah SWT.
Tahun 2025 ini, dengan penetapan tanggal yang sama antara Pemerintah dan Muhammadiyah, jadwal puasa menjadi lebih mudah untuk diikuti oleh semua kalangan.
Jika belum mampu melaksanakan semua hari, setidaknya niatkan untuk ikut serta di hari-hari utama. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keberkahan Dzulhijjah.
***