
Gunungkidul – Pemerintah Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, mulai bergerak cepat menyiapkan generasi pemimpin desa yang berintegritas. Melalui pembukaan resmi pendaftaran pengisian pamong kalurahan tahun 2025, pemerintah desa menargetkan seleksi terbuka dan bersih untuk tiga jabatan strategis yakni Dukuh Turi, Dukuh Poko, dan Dukuh Dadap.
Lurah Sidorejo, Sidiq Nur Safi’i, secara tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi praktik curang, titipan, maupun politik uang dalam seluruh rangkaian proses seleksi.
“Tidak ada titipan, tidak ada permainan uang. Kami ingin menghasilkan pemimpin padukuhan yang benar-benar lahir dari proses yang murni dan terbuka. Ini kesempatan bagi masyarakat untuk ambil bagian dalam membangun desa secara jujur,” tegas Sidiq, Kamis (15/5/2025).
Proses pendaftaran sendiri dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari kerja, mulai tanggal 19 hingga 27 Mei 2025. Setiap harinya, layanan dibuka pukul 08.00 hingga 15.00 WIB di Sekretariat Tim Pengisian Pamong Kalurahan Sidorejo. Hingga berita ini diturunkan, sudah tercatat lima orang calon yang resmi mendaftar.
Adapun kriteria yang harus dipenuhi oleh calon pelamar, menurut Sidiq, mencakup pendidikan minimal SLTA atau sederajat, berusia antara 20 hingga 42 tahun saat mendaftar, serta melengkapi dokumen administratif sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 27 Tahun 2022.
“Kita berpegang teguh pada regulasi. Semua tahapan dan persyaratan harus dijalani secara adil. Tidak ada ruang untuk penyimpangan,” tambahnya.
Sidiq juga menekankan bahwa partisipasi masyarakat dalam seleksi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari upaya membangun pemerintahan desa yang inklusif, responsif, dan profesional. Ia berharap seluruh warga aktif mengawal dan ikut menyebarkan informasi agar tidak ada celah manipulasi dari pihak manapun.
Sosialisasi Menyeluruh, Kesempatan Terbuka untuk Semua
Senada dengan lurah, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) Sidorejo, Suwarno, memastikan bahwa proses rekrutmen kali ini telah diawali dengan sosialisasi menyeluruh di tiga padukuhan yang akan mengisi jabatan dukuh. Ia menilai keterbukaan ini menjadi kunci kepercayaan masyarakat terhadap integritas proses seleksi.
“Masyarakat sudah kita beri pemahaman bahwa rekrutmen ini terbuka untuk umum dan tidak ada permainan uang. Ini harus menjadi pembelajaran penting dari pengalaman-pengalaman sebelumnya,” kata Suwarno.
Ia juga menekankan bahwa berbagai dinamika dalam seleksi pamong di tahun-tahun sebelumnya telah memberikan pelajaran besar, baik bagi tim pengisian maupun Bamuskal sendiri. Menurutnya, komitmen menjaga transparansi harus dikawal bersama agar Kalurahan Sidorejo benar-benar mendapatkan putra-putri terbaik yang mampu menjalankan amanah di tingkat padukuhan.
Komitmen Transparansi Jadi Taruhan
Pembukaan rekrutmen pamong kali ini menjadi momen krusial bagi Kalurahan Sidorejo dalam menjaga integritas birokrasi di tingkat lokal. Di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap praktik politik uang di tingkat desa, komitmen tanpa kompromi dari pemerintah kalurahan Sidorejo bisa menjadi contoh bagi wilayah lain.
“Kami ingin pamong yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga punya komitmen kuat untuk melayani masyarakat. Jangan sampai jabatan ini menjadi jalan pintas menuju kekuasaan yang justru menyimpang,” ujar Sidiq.
Untuk itu, pemerintah kalurahan mengajak seluruh warga aktif mengakses informasi yang tersedia di kantor kalurahan atau mengikuti pengumuman resmi panitia. Transparansi informasi dinilai menjadi benteng pertama mencegah distorsi dalam proses seleksi.
Dengan semangat keterbukaan dan integritas, Kalurahan Sidorejo bertekad menjadikan proses pengisian jabatan dukuh tahun 2025 ini sebagai tonggak perubahan menuju pemerintahan desa yang bersih dan partisipatif. Kini, bola ada di tangan masyarakat: ikut mengawal atau membiarkan peluang ini berlalu begitu saja.(Hari)