
Deputy Chairman of Tourism Malaysia, YBhg. Dato’ Yeoh Soon Hin, menargetkan kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia mencapai 4,37 juta hingga akhir tahun. Pihaknya mencatat 4,1 juta kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia pada 2024.
Dato’ Yeoh Soon Hin menyebut Indonesia memang merupakan pasar utama pariwisata Malaysia. Indonesia menempati posisi kedua sebagai penyumbang wisatawan terbesar ke Malaysia setelah Singapura.
“Karena itu, kami akan meningkatkan kampanye promosi di kota-kota seperti Medan, Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta,” tegasnya.
Wisatawan Indonesia masih memilih Kuala Lumpur, Penang, Malaka, dan Langkawi sebagai destinasi utama. Namun, Tourism Malaysia akan memperkenalkan lebih banyak destinasi baru guna memperluas daya tarik pasar.
Yogyakarta Dinilai Jadi Pasar Potensial
Dato’ Yeoh menilai Yogyakarta sebagai pasar potensial karena konektivitas langsung dari Yogyakarta International Airport (YIA) ke Kuala Lumpur. Ia menyebut populasi DIY yang mencapai 4 juta jiwa menjadi kekuatan tersendiri dalam mendongkrak arus wisata.
Untuk meningkatkan kunjungan, Tourism Malaysia memperkuat promosi, memperluas konektivitas udara, dan bekerja sama dengan maskapai untuk menambah frekuensi penerbangan dari kota-kota besar di Indonesia ke Malaysia.
“Kami berharap frekuensi penerbangan ke Yogyakarta bisa ditingkatkan lagi,” tutur dia.
Ketua Asita DIY, Trianto Sinarjati, menyambut baik upaya promosi tersebut. Ia menyebut koneksi langsung YIA–Kuala Lumpur sebagai peluang bisnis bagi pelaku industri pariwisata di Yogyakarta.
“Kami melihat potensi besar dalam konektivitas langsung ini. Maskapai dari Kuala Lumpur ke YIA melayani penerbangan hampir setiap hari. Itu menandakan ada potensi besar dalam lalu lintas wisatawan kedua negara,” jelas Trianto.
Ia menambahkan bahwa wisatawan Malaysia termasuk dalam lima besar pengunjung terbanyak ke Yogyakarta. Mereka tertarik pada produk wisata alam dan budaya yang mirip dengan selera wisatawan domestik Indonesia.
“Asita DIY siap mendukung kerja sama dua arah. Kami mendorong promosi dari pelaku wisata di Jogja ke Malaysia, sekaligus menyambut wisatawan Malaysia yang datang ke Yogyakarta,” pungkasnya.
Dengan strategi promosi agresif dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, Malaysia optimistis mencapai lonjakan kunjungan wisatawan Indonesia pada 2025 dan menyambut sukses kampanye Visit Malaysia 2026.