
Yogyakarta, (jogjaberkabar) – Menjelang puncak arus mudik Lebaran, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatatkan keberangkatan total sebanyak 112.385 pelanggan hingga Rabu, 26 Maret 2025, yang merupakan hari ke-6 dari Angkutan Lebaran 2025. Data ini menunjukkan sekitar 27% dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan, yaitu 411.272 tempat duduk sepanjang 22 hari masa angkutan Lebaran.
“Sejak Jumat, 21 Maret hingga saat ini, kami telah melayani 112.385 pelanggan yang berangkat dari 10 stasiun di Daop 6 Yogyakarta. Kami juga mencatatkan kedatangan sebanyak 111.352 pelanggan,” ujar Feni Novida Saragih, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta.
Feni juga mengimbau agar masyarakat segera merencanakan perjalanan Lebaran untuk kenyamanan bersama. KAI senantiasa berkomitmen menyediakan moda transportasi yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu.
Menurut data terbaru per pukul 12.00 WIB, total tiket Lebaran yang telah terjual di Daop 6 Yogyakarta mencapai 317.397 tiket atau sekitar 77% dari kapasitas yang tersedia. Tiga stasiun keberangkatan dengan jumlah pelanggan terbanyak hari ini adalah Stasiun Yogyakarta (5.088 pelanggan), Stasiun Lempuyangan (4.380 pelanggan), dan Stasiun Solo Balapan (2.972 pelanggan).
“tiga stasiun kedatangan dengan pelanggan terbanyak adalah Stasiun Yogyakarta (7.003 pelanggan), Stasiun Solo Balapan (5.414 pelanggan), dan Stasiun Lempuyangan (3.904 pelanggan),” tutur dia.
Feni juga memprediksi bahwa puncak keberangkatan arus mudik atau pra Lebaran di Daop 6 Yogyakarta akan terjadi pada Jumat, 28 Maret 2025, di mana sudah tercatat sekitar 19.000 tiket yang telah dipesan.
“Angka ini masih dinamis, mengingat pemesanan tiket terus berjalan hingga jelang keberangkatan KA,” jelasnya.
Sebagai bagian dari inovasi dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan (SDG’s), KAI Daop 6 Yogyakarta juga memperkenalkan fasilitas water station di 8 stasiun utama, yaitu Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Wates, Klaten, Purwosari, Solo Kota, dan Palur.
“Ini sebagai upaya mengurangi konsumsi air kemasan sekali pakai, serta mengedukasi masyarakat untuk membawa botol minuman sendiri,” tutup Feni.
