Angkutan Umum Meningkat, Arus Lalu Lintas Masih Landai

Bagikan :
KA Bandara semakin sibuk selama lebaran.
KA Bandara semakin sibuk selama lebaran. 

Yogyakarta – Sepekan menjelang Lebaran, jumlah penumpang angkutan umum di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan signifikan. Lonjakan ini terlihat di berbagai moda transportasi, mulai dari bandara, terminal bus, hingga stasiun kereta api. Meskipun demikian, arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama DIY masih relatif lancar.

Lonjakan Penumpang di Bandara YIA dan Adisutjipto

Dua bandara di DIY, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Bandara Adisutjipto, mencatat peningkatan jumlah penumpang yang cukup tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

 General Manager Bandara YIA, Rully Arta, mengungkapkan bahwa pada 25 Maret 2025 jumlah penumpang mencapai 13.192 orang, naik 24,33% dibandingkan tahun lalu. Rute favorit mencakup Jakarta, Balikpapan, Makassar, Pekanbaru, dan Denpasar.

Sementara itu, Bandara Adisutjipto yang lebih berfokus pada penerbangan domestik pesawat ATR turut mengalami peningkatan. General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Sukadi, menyebutkan ada enam penerbangan dengan total 210 penumpang pada periode yang sama.

Faktor utama yang mendukung peningkatan ini adalah kebijakan diskon Passenger Service Charge (PSC) hingga 50% serta subsidi avtur yang menekan harga tiket pesawat.

Terminal Bus dan Stasiun Kereta Api Dipadati Pemudik

Lonjakan penumpang juga terlihat di terminal bus dan stasiun kereta api.

Di Terminal Giwangan, Kepala Terminal Sigit Saryanto mencatat jumlah bus AKAP yang tiba mencapai 395 bus dengan 4.606 penumpang, sementara jumlah bus yang berangkat mencapai 444 bus dengan 5.679 penumpang. Untuk layanan angkot, terdapat 295 armada yang datang membawa 2.017 penumpang, dan 298 armada berangkat dengan 1.978 penumpang.

“Rombongan yang mencarter bus baru 1 rombongan,” kata dia.

Di Terminal Jombor, Penjabat Kepala Terminal Agnes Dhiany Indria Sari menyebutkan bahwa jumlah bus AKAP yang tiba mencapai 116 armada dengan 367 penumpang, sedangkan yang berangkat mencapai 116 bus dengan 1.004 penumpang.

“Tujuan terbanyak adalah ke Sumatera ada 362 orang, Semarang, dan Kudus ada 149 orang, ” ungkapnya.

Sementara itu, di Terminal Dhaksinarga Wonosari, Kepala Terminal Arif Farwanto mengatakan jumlah armada yang tiba mencapai 37 bus dengan 286 penumpang, sedangkan yang berangkat mencapai 34 bus dengan 288 penumpang.

“Termunal ini memang tujuan yang terakhir di DIY. Jadi penumpangnya sedikit. Tetapi sini kantong pemudik, nanti kalau arus balik biasanya lebih ramai,” tuturnya.

 

 

 

Situasi stasiun tugu yogyakarta
Situasi stasiun tugu yogyakarta
Di sektor kereta api, KAI Daop 6 Yogyakarta melaporkan bahwa hingga 24 Maret 2025, sebanyak 80.044 penumpang telah diberangkatkan, setara dengan 19,5% dari total kapasitas kursi yang disediakan selama Angkutan Lebaran 2025. Hingga pukul 15.00 WIB, tiket yang telah terjual mencapai 300 ribu atau 73% dari total kapasitas.
Stasiun dengan jumlah keberangkatan terbanyak adalah Stasiun Yogyakarta (4.952 pelanggan), Stasiun Lempuyangan (4.159 pelanggan), dan Stasiun Solo Balapan (1.985 pelanggan). Sedangkan jumlah kedatangan tertinggi tercatat di Stasiun Yogyakarta (5.052 pelanggan), Stasiun Solo Balapan (2.585 pelanggan), dan Stasiun Lempuyangan (2.296 pelanggan).
Arus Lalu Lintas Masih Landai
Meski jumlah penumpang angkutan umum meningkat, arus lalu lintas di DIY masih terpantau lancar. KBO Dirlantas Polda DIY, Kompol Andis, menyatakan bahwa belum ada peningkatan signifikan di berbagai ruas jalan utama, termasuk pintu keluar tol Tamanmartani.
“Peningkatan arus kendaraan kemungkinan baru akan terlihat ketika lonjakan kendaraan dari Tol Cikampek mulai mengarah ke exit tol Tamanmartani,” ujarnya.
Kesiapan Stok BBM
Untuk memastikan kelancaran perjalanan selama mudik, Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah telah membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Rafi) 2025. General Manager Aribawa menjelaskan bahwa proyeksi penggunaan bensin di DIY selama masa angkutan Lebaran mencapai 1.951 KL/hari, naik 6,8% dari hari biasa.
Sementara itu, penggunaan solar diprediksi turun dari 497 KL/hari menjadi 371 KL/hari karena pembatasan mobilitas truk selama Lebaran.
“Kami memastikan stok BBM aman dan kualitasnya tetap terjaga. Pengecekan mutu BBM telah dilakukan di setiap SPBU,” tegas Aribawa.
Dengan kesiapan infrastruktur transportasi dan stok BBM yang memadai, arus mudik di DIY diharapkan dapat berjalan lancar dan nyaman bagi para pemudik. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2025, sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 7 April 2025

Berita Terkini