Gunungkidul – Ribuan umat Hindu mengikuti Upacara Melasti di Pura Segoro Wukir, Pantai Ngobaran, Gunungkidul, Yogyakarta, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947. Upacara sakral ini dihadiri sekitar 1.400 umat Hindu dari berbagai daerah.
Ketua Panitia Hari Raya Nyepi Kabupaten Gunungkidul, Purwanto, menegaskan bahwa Pura Segoro Wukir menjadi salah satu pusat peribadatan penting umat Hindu di Yogyakarta, setelah Prambanan dan Bantul. Namun, ia juga menyampaikan bahwa masih ada sejumlah pembangunan yang perlu diselesaikan, termasuk rencana pembangunan candi dan peningkatan akses jalan menuju pura.
“Kami sampaikan kepada bapak Wakil Bupati agar akses jalan ini dapat ditingkatkan guna menunjang kelancaran umat dalam beribadah,” ujar Purwanto, Jumat (14/3/2025).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, Trimo, menjelaskan bahwa Upacara Melasti bertujuan untuk menyucikan alam sebelum umat Hindu menyucikan diri dalam menyambut Hari Raya Nyepi.
Menurutnya, Nyepi merupakan momen sakral yang dijalani dengan empat pantangan utama atau Catur Brata Penyepian: tidak menyalakan api (amati geni), tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), dan tidak mencari hiburan (amati lelanguan).
“Melalui penyucian alam ini, diharapkan keharmonisan antarumat semakin kuat, sehingga dapat menumbuhkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Trimo.
Tahun ini, Nyepi mengusung tema Tri Kerukunan Umat Beragama, yang menekankan pentingnya harmoni dalam keberagaman.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ahmad Bahiej, menegaskan bahwa Upacara Melasti bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga bentuk refleksi spiritual untuk menjaga keseimbangan dengan alam dan sesama manusia.
“Dengan membersihkan alam semesta, kita bisa menjalani kehidupan dengan lebih harmonis dan seimbang,”ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap perayaan Hari Raya Nyepi serta rencana pembangunan candi di Pura Segoro Wukir.
“Kami mendukung pembangunan candi sebagai bagian dari penguatan spiritual umat Hindu serta pelestarian budaya di Gunungkidul. Semoga tempat ini semakin berkembang dan bermanfaat bagi umat serta masyarakat luas,”katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pelestarian lingkungan, sejalan dengan pesan utama Upacara Melasti. Pemerintah berharap umat Hindu terus berkontribusi dalam menjaga keseimbangan alam dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan toleransi, diharapkan pembangunan candi di Pura Segoro Wukir semakin memperkuat harmoni dan spiritualitas umat Hindu di Yogyakarta dan sekitarnya.
Kirab Melasti 2025 di Pantai Ngobaran