Bupati Gunungkidul Anulir Pengadaan Seragam Dinas Baru untuk ASN

Bagikan :
Bupati Endah batalkan pengadaan seragam baru untuk ASN di Gunungkidul.
Bupati Endah batalkan pengadaan seragam baru untuk ASN di Gunungkidul.

Gunungkidul, (jogjaberkabar)– Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengambil langkah tegas dengan membatalkan pengadaan seragam dinas baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul. Anggaran sebesar Rp3,24 miliar yang sebelumnya dialokasikan untuk proyek ini akan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur yang lebih mendesak.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran dan fokus pada prioritas yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya pengadaan seragam dinas baru untuk ASN bukan hal yang mendesak.

“Hal-hal yang belum mendesak dan masih bisa ditunda, ya kita tunda. Anggaran ini lebih baik digunakan untuk kepentingan rakyat, seperti perbaikan jalan dan fasilitas umum,”* ujar Bupati Endah, Senin (10/3/2025).

Anggaran Pengadaan Seragam ASN Dibatalkan

Berdasarkan informasi yang tercantum dalam laman lpse.gunungkidulkab.go.id, proyek pengadaan seragam ASN ini awalnya masuk dalam tender dengan nama Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Perlengkapan Dinas-Pengadaan Pakaian Dinas (Pengelolaan Pemberian Penghargaan bagi Pegawai) Tahun Anggaran 2025.

Pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp3.240.300.000, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp3.234.769.493.Pengadaan ini mencakup kain seragam khaki, badge lambang pemerintahan Kabupaten Gunungkidul, badge nama Pemkab Gunungkidul, serta badge nama Kementerian Dalam Negeri.

Kepala Bidang Status Kinerja dan Kesejahteraan Pegawai BKPPD Gunungkidul, Sunawan, mengungkapkan bahwa sebanyak 8.385 ASN seharusnya menerima kain seragam tersebut, yang nantinya harus dijahit sendiri. Terakhir kali pengadaan seragam dilakukan pada tahun 2019.

Seragam warna khaki tetap menjadi ciri khas ASN sesuai Permendagri Nomor 10 Tahun 2024 tentang pakaian dinas ASN di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

Anggaran Dialihkan ke Infrastruktur dan Alun-alun

Bupati Endah menegaskan bahwa dana yang semula diperuntukkan bagi pengadaan seragam ASN akan dialihkan untuk kebutuhan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan dan revitalisasi Alun-alun Wonosari.

“Tahun lalu, saat salat Idulfitri, banyak warga mengeluhkan kondisi alun-alun yang berbatu sehingga tidak nyaman. Saya instruksikan agar perbaikan dilakukan segera agar bisa digunakan dengan baik tahun ini,” jelasnya.

Selain itu, anggaran juga akan digunakan untuk perbaikan drainase, penataan pohon beringin di alun-alun, serta persiapan fasilitas upacara peringatan 17 Agustus.

Langkah ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Gunungkidul dalam mengutamakan kebutuhan masyarakat serta menunda belanja yang tidak mendesak. Dengan kebijakan ini, Pemkab Gunungkidul berkomitmen untuk lebih transparan dan efisien dalam mengelola keuangan daerah demi kesejahteraan rakyat.

Berita Terkini