
Bantul, (jogjaberkabar)– Upaya sekelompok remaja menghadang rombongan yang diduga klitih berujung bentrokan di Jalan Parangtritis Km. 24, tepatnya di depan Warung Sate Lek Dah, Dusun Kretek, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul. Insiden yang terjadi pada Minggu (2/3) sekitar pukul 06.30 WIB ini melibatkan dua kelompok pemuda yang saling serang dengan lemparan batu.
Peristiwa ini sempat viral di media sosial, salah satunya di akun X @merapiuncover. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pemuda berlarian dan saling melempar batu di tengah jalan.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan bahwa tawuran tersebut bermula ketika Johan Hendra Wijaya (21) dan teman-temannya berpapasan dengan kelompok pemuda berjumlah sekitar 20 motor di Jalan Siluk-Kretek. Karena curiga kelompok tersebut merupakan rombongan klitih, Johan dan rekan-rekannya berinisiatif menghadang mereka di depan Warung Sate Lek Dah.
“Korban dan teman-temannya mencoba menghadang kelompok tersebut di depan Warung Sate Lek Dah, tak jauh dari SPBU Kretek,” ujar AKP Jeffry.
Ketegangan pun meningkat hingga akhirnya terjadi aksi saling lempar batu antar kedua kelompok. Johan Hendra Wijaya menjadi korban dalam kejadian ini setelah terkena lemparan batu di kepala bagian kanan, yang mengakibatkan luka sobek sepanjang 2 cm.
Saksi mata, Parjan (71) dan Teguh Nugroho (35), yang merupakan warga setempat, membenarkan adanya tawuran tersebut. Aparat kepolisian yang mendapat laporan langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mendata para saksi serta korban.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, untuk tidak terlibat dalam aksi kekerasan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.