Festival Hiasan Natal di Gereja Santo Yusuf Wonosari, Gunungkidul, Semarakkan Persiapan Perayaan Natal 2024

Bagikan :

Gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari Gunungkidul, tengah menyemarakkan suasana Natal dengan rangkaian kegiatan istimewa, termasuk Festival Hiasan Natal yang melibatkan partisipasi umat dari 14 lingkungan dalam kota Wonosari. Persiapan untuk perayaan Natal ini telah dimulai sejak November dengan pembentukan kepanitiaan dan persiapan teknis seperti pengecekan listrik, lampu, dan sistem suara.

Puncak kegiatan dimulai hari ini, 23 Desember 2024, dengan sosialisasi kepada umat di wilayah-wilayah sekitar Wonosari, yang akan dilanjutkan dengan misa Natal pada 24 dan 25 Desember. Pada Selasa, 24 Desember, misa di Gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari dijadwalkan pukul 17.00 dalam Bahasa Jawa, dan pukul 20.30 dalam Bahasa Indonesia. Sedangkan pada Rabu pagi, 25 Desember, misa dilaksanakan pukul 08.00, dengan tema “Marilah Kita Pergi ke Betlehem”, mengikuti tema yang telah ditetapkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Di samping perayaan di gereja pusat, umat di berbagai wilayah seperti Ngeposari, Semanu, Pulutan, Singkil, Tepus, Jati, dan Wonosari juga akan mengadakan misa dengan jadwal yang seragam, yaitu pukul 17.00 pada 24 Desember dan pukul 08.00 pada 25 Desember.

Salah satu hal unik yang disiapkan adalah Festival Hiasan Natal, yang akan berlangsung di halaman Gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari. Festival ini menampilkan karya-karya umat berupa dekorasi Natal yang dihias dengan sayur-mayur. Setelah acara selesai, umat diperbolehkan membawa pulang sayuran dari dekorasi tersebut. Selain itu, suasana akan semakin meriah dengan adanya penampilan live musik pada 25 Desember, yang berlangsung setelah misa pagi hingga pukul 10.00.

Heru Tricahyanto, salah satu panitia, menyampaikan bahwa persiapan berjalan lancar dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. “Kami juga melibatkan Banser dan ormas lainnya untuk mendukung kelancaran acara, termasuk aspek keamanan dengan pengecekan menggunakan detektor dan antisipasi bahaya seperti paparan kimia dan lainnya,” jelasnya.

Dengan berbagai kegiatan yang telah dirancang, Natal tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi momen religius, tetapi juga mempererat kebersamaan umat di Wonosari dan sekitarnya. “Ini adalah bentuk sukacita dan rasa syukur umat dalam menyambut kelahiran Sang Juru Selamat,” tutup Heru.

Berita Terkini