
JOGJA BERKABAR – Menjelang Lebaran, suasana Kota Yogyakarta mulai semakin ramai. Aktivitas masyarakat meningkat, terutama di jalan-jalan utama dan kawasan persimpangan.
Di tengah keramaian itu, keberadaan gelandangan dan pengemis atau yang sering disebut gepeng juga mulai terlihat kembali di beberapa titik kota.
Fenomena ini memang sering muncul saat mendekati Hari Raya Idulfitri. Banyak orang datang ke kota untuk mencari penghasilan tambahan dengan meminta-minta di jalan.
Melihat kondisi ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta mulai memperketat patroli dan melakukan operasi penertiban di sejumlah lokasi.
Belum lama ini, petugas Satpol PP mengamankan empat orang gepeng dalam operasi yang dilakukan di kawasan Umbulharjo.
Tepatnya di Jalan Batikan pada Kamis, 5 Maret 2026. Mereka diketahui beraktivitas di pinggir jalan menggunakan gerobak dan becak.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Jogja, Dodi Kurnianto, menjelaskan jumlah gepeng yang terjaring belakangan ini mulai meningkat. Kondisi ini biasanya terjadi ketika mendekati masa Lebaran.
Menurutnya, Jalan Batikan termasuk salah satu titik yang cukup sering menjadi lokasi aktivitas pengemis. Di sepanjang jalan tersebut terdapat banyak pepohonan yang bisa digunakan untuk berteduh. Tempat seperti ini sering dipilih karena dianggap cukup nyaman untuk beristirahat.
Selain itu, kebiasaan sebagian masyarakat yang memberi sedekah langsung di jalan juga ikut memengaruhi munculnya pengemis di beberapa titik kota.
Hal ini membuat beberapa orang datang ke lokasi yang dianggap ramai dan berpotensi mendapatkan uang dari pengguna jalan.
Satpol PP Kota Yogyakarta juga sudah memetakan beberapa titik yang sering menjadi lokasi aktivitas gepeng. Lokasi-lokasi ini biasanya berada di persimpangan jalan yang ramai kendaraan.
Berikut beberapa titik yang masuk dalam pantauan Satpol PP:
Simpang Tamansiswa
Persimpangan ini cukup ramai karena menjadi jalur lalu lintas utama. Banyak kendaraan melintas hampir sepanjang hari.
Simpang Jokteng Barat dan Jokteng Timur
Kawasan ini sering dipadati kendaraan, terutama pada jam sibuk. Situasi tersebut membuat pengemis mudah mendekati pengendara.
Simpang RSUD Kota Yogyakarta
Area ini juga termasuk titik yang sering dipantau petugas. Aktivitas kendaraan dan masyarakat cukup tinggi.
Simpang Tegalgendu
Persimpangan ini menjadi salah satu titik yang kerap muncul aktivitas pengemis saat menjelang hari besar.
Simpang Kleringan
Lokasinya berada di kawasan yang cukup padat. Karena itu sering menjadi tempat singgah para gepeng.
Simpang Pingit
Arus lalu lintas di kawasan ini juga ramai, terutama pada jam tertentu.
Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah gepeng menjelang Lebaran, Satpol PP akan memperbanyak patroli di titik-titik tersebut. Operasi penertiban juga akan dilakukan secara berkala.
Selain melakukan penertiban, Satpol PP juga bekerja sama dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta. Kerja sama ini dilakukan untuk menangani para gepeng yang terjaring razia.
Jika yang terjaring merupakan warga Kota Jogja, penanganannya akan dilakukan oleh Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta. Sementara untuk gepeng yang berasal dari luar daerah, penanganannya akan dilanjutkan oleh Dinas Sosial DIY.
Di sisi lain, fasilitas penampungan gepeng di Kota Jogja sebenarnya cukup terbatas. Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kota Jogja, Indrawati, menjelaskan shelter yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 10 orang.
Tempat tersebut juga bersifat sementara. Masa penampungan maksimal hanya sekitar tujuh hari.
Selama berada di shelter, para gepeng akan menjalani proses assessment. Petugas akan melakukan pendataan identitas, menelusuri kemungkinan keberadaan keluarga, hingga memberikan layanan kesehatan jika dibutuhkan.
Menjelang Lebaran, aktivitas di Kota Yogyakarta memang semakin padat. Karena itu pengawasan di ruang publik juga ikut ditingkatkan.
Harapannya, kondisi kota tetap tertib dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di dalamnya.***