
JOGJA BERKABAR – Musim mudik selalu jadi waktu yang ditunggu banyak orang. Jalanan mulai ramai, kendaraan dari berbagai kota berdatangan, dan suasana perjalanan terasa lebih hidup.
Tapi kalau melintas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, ada beberapa jalur yang perlu diperhatikan dengan lebih hati-hati.
Soalnya, sejumlah ruas jalan di DIY tercatat sebagai kawasan rawan longsor, terutama saat cuaca sedang tidak menentu.
Belakangan ini cuaca ekstrem masih sering muncul tiba-tiba. Hujan deras bisa turun dalam waktu singkat, lalu berhenti begitu saja.
Kondisi seperti ini membuat beberapa jalur mudik di wilayah perbukitan menjadi lebih berisiko. Pemerintah Daerah DIY bahkan sudah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 19 Maret.
Longsor menjadi salah satu ancaman utama di beberapa jalur mudik tersebut. Titik rawannya tersebar di beberapa kabupaten, terutama di daerah yang memiliki kontur perbukitan.
Kulon Progo tercatat menjadi wilayah dengan jumlah titik rawan paling banyak.
Berikut beberapa jalur mudik di DIY yang dikenal rawan longsor:
1. Jalur Temon, Kokap (Kulon Progo)
Ruas jalan ini berada di wilayah perbukitan Kokap yang memiliki banyak tanjakan dan tikungan. Saat hujan turun cukup lama, tanah di sekitar tebing bisa menjadi labil.
Material tanah dan batu kadang turun ke badan jalan. Pengendara biasanya diminta lebih waspada saat melintas, terutama pada malam hari.
2. Jalur Wates, Kokap (Kulon Progo)
Masih di wilayah yang sama, jalur ini juga termasuk area dengan potensi longsor cukup tinggi.
Jalanannya cukup ramai karena sering dipakai sebagai jalur penghubung menuju kawasan perbukitan Kulon Progo. Tebing di sisi jalan membuat potensi longsor meningkat ketika hujan deras mengguyur.
3. Jalur Dekso, Samigaluh (Kulon Progo)
Jalur ini terkenal dengan pemandangan alam yang indah. Bukit hijau dan lembah terlihat jelas di sepanjang perjalanan.
Tapi di balik itu, kondisi geografisnya juga membuat jalur ini rawan longsor. Beberapa titik memiliki lereng curam yang bisa runtuh saat tanah jenuh air.
4. Jalur Pengasih, Sermo (Kulon Progo)
Ruas jalan ini menuju kawasan Waduk Sermo yang cukup populer. Banyak kendaraan wisata maupun warga lokal yang melintas di sini.
Saat hujan deras turun, tanah di sekitar tebing berpotensi bergerak. Longsor kecil kadang terjadi dan menutup sebagian jalan.
Selain di Kulon Progo, titik rawan longsor juga ditemukan di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
5. Jalur Clongop (Gunungkidul – Klaten)
Jalur Clongop menghubungkan Kecamatan Gedangsari di Gunungkidul dengan Kecamatan Wedi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Lokasinya berada di kawasan perbukitan dengan jalan yang cukup menanjak. Saat cuaca ekstrem, wilayah ini masuk kategori ancaman longsor serius. Tanah yang basah bisa membuat tebing di sekitar jalan mudah runtuh.
Karena itu, jalur ini sering mendapat perhatian khusus saat musim hujan maupun menjelang arus mudik. Petugas biasanya melakukan pemantauan rutin untuk melihat kondisi tebing dan badan jalan.
Status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang berlaku di DIY menjadi pengingat bahwa cuaca masih belum stabil. Hujan deras bisa datang kapan saja. Terutama di wilayah perbukitan seperti Kulon Progo dan Gunungkidul.
Kalau sedang merencanakan perjalanan mudik melewati jalur-jalur tersebut, penting untuk lebih berhati-hati. Kurangi kecepatan saat melintas di area tebing. Perhatikan juga kondisi sekitar jalan.
Mudik seharusnya jadi perjalanan yang menyenangkan. Perjalanan tetap bisa terasa nyaman selama lebih waspada di jalur yang memiliki potensi longsor.***