Jelang Idul Fitri, Driver Ojol di Kawasan Malioboro dan Sekitarnya Masih Menanti Kejelasan Soal Bonus Hari Raya

Bagikan :
Pemerintah Targetkan BHR Cair H-14 Sebelum Lebaran, Driver Ojol Jogja Mengaku Belum Dapat Informasi

JOGJA BERKABAR – Kabar soal Bonus Hari Raya atau BHR untuk pengemudi ojek online bikin banyak driver di Jogja ikut menunggu dengan perasaan campur aduk.

Informasi ini diumumkan langsung oleh Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Katanya, pemerintah sudah berkomunikasi secara intensif dengan para aplikator agar BHR bisa segera disalurkan.

Meski kabarnya terdengar jelas di tingkat pusat, situasi di lapangan ternyata berbeda. Sejumlah driver ojol di Jogja mengaku belum menerima informasi resmi dari aplikator tempat mereka bermitra. Tidak ada notifikasi. Tidak ada pesan khusus di aplikasi.

Samuel, driver ojol asal Kota Jogja, mengaku tahu soal BHR justru dari berita dan obrolan sesama driver. Dari aplikasinya sendiri belum ada pemberitahuan apa pun.

Ia memilih bersikap santai. Kalau memang cair, ia bersyukur. Kalau tidak, ia tetap harus bekerja seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan harian.

Hal yang sama dirasakan Seto, driver ojol yang sering mangkal di kawasan Malioboro. Ia juga belum mendengar kabar resmi dari aplikator.

Menurutnya, menjelang Lebaran kebutuhan makin banyak, sementara pendapatan kadang naik turun. Karena itu, kabar soal BHR tentu membuat banyak driver berharap.

Pemerintah menargetkan penyaluran BHR bisa dilakukan lebih awal, mulai H-14 hingga H-7 sebelum Idul Fitri.

Jumlah pengemudi yang direncanakan menerima BHR sekitar 850 ribu orang di seluruh Indonesia, dengan total anggaran mencapai Rp 220 miliar. Angka ini disebut lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Aplikator besar seperti Grab dan Gojek disebut akan menyalurkan BHR kepada masing-masing sekitar 400 ribu mitra driver.

Namun sampai sekarang, detail teknis pencairannya masih belum banyak diketahui oleh para driver di daerah.

Bagi pengemudi ojol, tambahan dana menjelang Lebaran tentu sangat berarti. Kebutuhan rumah tangga meningkat.

Biaya mudik, belanja kebutuhan pokok, sampai persiapan hari raya butuh dana lebih. Jadi wajar kalau kabar ini dinanti dengan harap-harap cemas.

Di sisi lain, para driver juga mencoba realistis. Status mereka sebagai mitra membuat banyak kebijakan bergantung pada keputusan perusahaan aplikasi. Mereka hanya bisa menunggu pengumuman resmi masuk ke akun masing-masing.

Sampai sekarang, aktivitas narik tetap berjalan seperti biasa di sudut-sudut Kota Jogja. Motor tetap melaju. Orderan tetap dicari. Sambil sesekali membuka aplikasi, berharap ada kabar baik muncul di layar ponsel.

Lebaran semakin dekat. Para driver ojol di Jogja masih menunggu kepastian soal BHR. Harapannya sederhana, semoga kabar baik benar-benar datang dan bisa sedikit meringankan beban menjelang hari raya.***

Berita Terkini