
JOGJA BERKABAR – Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DIY kembali jadi perhatian.
Meski jumlah gempa tercatat bertambah, gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut ini belum menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Secara visual, kondisi puncaknya masih relatif tenang.
Gunung Merapi terlihat tertutup kabut. Asap dari kawah juga nihil. Cuaca di sekitar gunung tampak mendung dengan suhu udara berkisar antara 17,7 sampai 19,4 derajat Celsius.
Kelembabannya cukup tinggi, berada di angka 87 hingga 99 persen. Suasana di kawasan lereng pun terlihat lebih banyak diselimuti awan.
Meski begitu, berdasarkan data dari laman magma.bpptkg, jumlah gempa di Gunung Merapi mengalami penambahan. Rinciannya sebagai berikut:
- Gempa guguran sebelumnya tercatat 30 kali, kini bertambah menjadi 37 kali.
- Gempa hybrid sebelumnya 21 kali, kini meningkat menjadi 23 kali.
Penambahan ini memang tercatat secara data. Namun secara umum, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih dalam kategori yang sama.
Statusnya tetap Siaga Level III. Artinya, aktivitas masih terpantau aktif, tetapi belum masuk tahap yang lebih tinggi.
Gunung Merapi memang dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Aktivitas vulkaniknya bisa berupa guguran lava pijar, awan panas, hingga lontaran material vulkanik. Fenomena ini sudah sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk aliran guguran lava pijar dan awan panas, biasanya mengarah ke beberapa sungai yang berhulu di puncak Merapi, di antaranya:
- Sungai Bedog
- Sungai Bebeng
- Sungai Boyong
- Sungai Krasak
- Sungai Gendol
- Sungai Woro
Sementara itu, lontaran material vulkanik dari puncak Gunung Merapi bisa menjangkau radius sekitar 3 kilometer. Jarak ini penting untuk diperhatikan, terutama bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar lereng.
Walau jumlah gempa bertambah, kondisi visual yang tertutup kabut membuat pemantauan dilakukan lebih intensif lewat alat. Petugas terus mengamati perkembangan data seismik setiap hari. Perubahan sekecil apa pun akan dicatat.
Bagi kamu yang tinggal di kawasan sekitar Merapi, tetap penting untuk mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
Jangan mudah terpancing kabar yang belum jelas sumbernya. Informasi terbaru biasanya diperbarui secara berkala melalui kanal resmi pengamatan gunung api.
Secara keseluruhan, Gunung Merapi masih dalam fase siaga. Belum ada tanda letusan besar atau peningkatan drastis aktivitas vulkanik.
Namun penambahan jumlah gempa menunjukkan bahwa dinamika di dalam gunung tetap berlangsung.
Gunung ini memang kerap menunjukkan aktivitasnya. Karena itu, kewaspadaan tetap dibutuhkan. Tetap tenang, terus pantau informasi terbaru, dan pahami jalur evakuasi di sekitar tempat tinggal.***