
JOGJA BERKABAR – Sore hari di Jogja saat Ramadan selalu punya suasana yang beda. Jalanan lebih ramai. Penjual takjil berjajar di pinggir jalan.
Di antara banyak pilihan, Bubur Saren atau Jenang Saren sering jadi incaran karena tampilannya yang sederhana tapi menggoda. Warnanya putih lembut dengan siraman gula merah yang mengilap di atasnya.
Bubur Saren ini termasuk jajanan tradisional yang masih setia menemani bulan puasa. Rasanya manis dan gurih jadi satu. Tidak terlalu berat. Pas buat membatalkan puasa sebelum lanjut makan besar.
Biar makin kebayang kenapa Bubur Saren selalu dicari saat Ramadan, ini beberapa sisi menariknya:
Identik dengan suasana kampung
Banyak yang jual Bubur Saren adalah warga sekitar. Mereka membuka lapak dadakan di depan rumah atau ikut pasar sore musiman. Suasananya terasa akrab dan hangat.
Aromanya langsung bikin lapar
Wangi santan yang dimasak pelan bercampur gula jawa cair itu khas banget. Dari jauh saja sudah tercium. Bikin langkah otomatis mendekat.
Cocok untuk semua usia
Anak kecil suka karena manis. Orang tua suka karena teksturnya lembut dan mudah dimakan. Jadi sering dibeli untuk dinikmati bareng di rumah.
Pilihan takjil yang tidak ribet
Tidak perlu tambahan topping macam-macam. Tanpa es, tanpa campuran lain. Justru kesederhanaannya yang bikin nikmat.
Cepat habis menjelang magrib
Menjelang adzan, biasanya stok mulai menipis. Banyak yang beli lebih dari satu bungkus untuk keluarga di rumah.
Bubur Saren biasanya dipotong kotak atau disendok langsung ke wadah kecil. Gula merah cairnya disiram di atasnya sesaat sebelum dibungkus. Warnanya jadi kontras. Putih dan cokelat berpadu cantik.
Selain rasanya, yang bikin spesial itu momennya. Kamu beli sambil nunggu waktu berbuka. Di sekitar ramai suara orang ngobrol dan kendaraan lalu lalang. Semua terasa hidup. Bubur Saren jadi bagian kecil dari suasana itu.
Jogja memang punya banyak pilihan takjil. Tapi Bubur Saren tetap punya tempat sendiri. Sederhana. Manisnya pas. Dan selalu berhasil bikin momen berbuka terasa lebih hangat tanpa perlu sesuatu yang berlebihan.***