
JOGJA BERKABAR – Sholat witir sering jadi penutup ibadah malam. Ibadah ini ringan, tapi nilainya besar. Meski begitu, masih banyak yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat mengerjakannya.
Witir memang sholat sunnah. Tapi tetap ada tata cara yang perlu diperhatikan. Tujuannya supaya ibadah yang dilakukan lebih tertata dan tidak asal-asalan.
Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi saat sholat witir:
Tidak berniat dengan jelas di dalam hati
Niat memang tidak perlu diucapkan keras-keras. Tapi tetap harus ada di dalam hati. Sebagian orang terlalu terburu-buru sehingga tidak menghadirkan niat dengan sadar sebelum takbir. Padahal niat adalah awal dari setiap ibadah.
Bingung jumlah rakaat dan tata caranya
Witir bisa satu rakaat, tiga rakaat, atau lebih dengan jumlah ganjil. Ada yang salam di setiap dua rakaat lalu ditutup satu rakaat, ada juga yang langsung tiga rakaat dengan satu salam.
Kebingungan ini kadang membuat gerakan jadi ragu-ragu. Sebaiknya pahami dulu cara yang ingin dipilih agar lebih tenang saat menjalankannya.
Terlalu terburu-buru dalam gerakan
Karena merasa ini sholat sunnah, sebagian orang mengerjakannya dengan sangat cepat. Rukuk dan sujud terasa singkat sekali.
Padahal ketenangan dalam gerakan adalah bagian penting dari sholat. Meski singkat, tetap perlu tuma’ninah.
Lupa membaca doa qunut saat witir tiga rakaat
Pada witir tiga rakaat, banyak yang membaca doa qunut di rakaat terakhir. Namun ada juga yang lupa atau ragu kapan membacanya.
Sebenarnya doa qunut pada witir hukumnya sunnah. Jika lupa, sholat tetap sah. Tapi tetap baik jika dipelajari agar lebih mantap.
Menunda sampai terlalu dekat dengan waktu Subuh
Witir memang boleh dikerjakan hingga sebelum Subuh. Tapi jika terlalu mepet, sholat bisa jadi tergesa-gesa.
Bahkan ada risiko terlewat jika tidak memperhatikan waktu. Lebih baik memberi jarak agar ibadah terasa lebih tenang.
Tidak konsisten dalam mengerjakannya
Ada yang semangat di awal, lalu berhenti di tengah jalan. Witir sebenarnya tidak berat. Bahkan satu rakaat saja sudah cukup. Konsistensi lebih utama daripada banyak tapi jarang.
Menganggap witir tidak terlalu penting karena hanya sunnah
Ini kesalahan yang cukup sering terjadi. Karena bukan wajib, witir dianggap bisa ditinggalkan begitu saja. Padahal sholat ini termasuk ibadah yang sangat dianjurkan dan dijaga oleh Rasulullah. Nilainya tidak kecil.
Melakukan kesalahan itu hal yang manusiawi. Yang penting mau belajar dan memperbaiki. Sholat witir bukan tentang panjangnya rakaat atau lamanya berdiri, tapi tentang kesungguhan hati saat menjalaninya.
Kalau selama ini masih ada kekeliruan, tidak perlu merasa berkecil hati. Pelan-pelan perbaiki. Mulai dari memahami tata caranya, menjaga niat, dan menghadirkan ketenangan dalam setiap gerakan.
Witir adalah penutup yang indah untuk ibadah malam. Jangan sampai ditutup dengan terburu-buru atau asal jadi. Dengan perhatian yang lebih baik, sholat yang singkat ini bisa terasa jauh lebih bermakna dan menenangkan.***