
JOGJA BERKABAR – Microsleep sering datang tanpa disadari. Banyak pengemudi merasa masih fokus, padahal tubuhnya sudah lelah.
Perjalanan jauh, jalan tol yang lurus, dan suasana yang monoton membuat kondisi ini makin mudah muncul. Yang sering luput, microsleep bukan cuma soal kurang tidur.
Ada kebiasaan mengemudi tertentu yang bisa mempercepat datangnya rasa kantuk.
Kebiasaan-kebiasaan ini terlihat sepele. Bahkan terasa normal. Tapi kalau dibiarkan, risikonya besar.
Berikut beberapa kebiasaan mengemudi yang bisa memicu microsleep lebih cepat.
Memaksakan diri mengemudi saat tubuh sudah lelah
Banyak orang merasa sayang waktu. Target harus tercapai. Akhirnya tetap menyetir meski badan sudah berat. Saat fisik lelah, otak ikut melambat. Fokus turun pelan-pelan.
Kurang tidur sebelum berangkat
Tidur singkat atau begadang malam sebelumnya sering dianggap bisa dibayar dengan kopi. Kenyataannya, kurang tidur menurunkan kewaspadaan sejak awal perjalanan. Microsleep jadi lebih mudah muncul.
Mengemudi terlalu lama tanpa jeda
Duduk terlalu lama di posisi yang sama membuat tubuh kaku. Otak juga kekurangan rangsangan. Mengemudi lebih dari tiga jam tanpa berhenti meningkatkan risiko kantuk yang tidak tertahankan.
Mengandalkan musik pelan atau terlalu menenangkan
Musik memang bikin rileks. Tapi lagu yang terlalu pelan atau monoton bisa membuat suasana makin mengantuk. Apalagi di jalan lurus dengan pemandangan yang itu-itu saja.
Mengemudi di jam rawan kantuk
Dini hari dan sore menjelang malam adalah waktu alami tubuh ingin istirahat. Kalau memaksakan menyetir di jam ini, risiko microsleep jadi lebih tinggi.
Posisi duduk yang terlalu nyaman
Kursi yang terlalu rebah dan posisi tubuh yang santai berlebihan bisa membuat tubuh masuk mode istirahat. Nyaman memang enak, tapi terlalu nyaman bisa berbahaya saat menyetir.
Kurang minum air putih
Dehidrasi ringan bisa bikin tubuh cepat lelah. Konsentrasi menurun. Banyak pengemudi tidak sadar kalau kurang minum juga berpengaruh ke fokus dan kewaspadaan.
Makan terlalu berat sebelum menyetir
Makan besar bikin tubuh fokus ke pencernaan. Aliran darah ke otak berkurang. Rasa kantuk pun datang lebih cepat, terutama saat perjalanan panjang.
Mengabaikan tanda awal kantuk
Mata sering berkedip. Kepala mulai berat. Menguap berkali-kali. Tapi tetap lanjut karena merasa masih kuat. Ini kebiasaan yang paling berbahaya.
Terlalu percaya diri dengan pengalaman mengemudi
Pengemudi berpengalaman sering merasa sudah terbiasa. Padahal tubuh tetap punya batas. Pengalaman tidak bisa melawan kelelahan fisik dan mental.
Microsleep bukan tanda lemah. Itu tanda tubuh minta istirahat. Mengubah kebiasaan kecil bisa memberi dampak besar pada keselamatan.
Mengemudi bukan soal cepat sampai, tapi sampai dengan selamat. Kalau kebiasaan-kebiasaan di atas mulai sering dilakukan, mungkin sudah waktunya lebih jujur pada kondisi tubuh.
Berhenti sejenak, istirahat, dan lanjutkan perjalanan dengan kepala yang lebih segar.***