Operasi Keselamatan Progo 2026 Digelar Serentak di DIY: Mulai Kapan dan Sampai Tanggal Berapa?

Bagikan :
Ilustrasi Operasi Keselamatan Progo 2026 Digelar Serentak di DIY: Mulai Kapan dan Sampai Tanggal Berapa?/Unsplash

JOGJA BERKABAR –  Operasi Keselamatan Progo 2026 resmi digelar selama 14 hari di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Polda DIY dan jajaran Polres fokus pada edukasi, pencegahan pelanggaran, serta penurunan angka kecelakaan jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta secara resmi melaksanakan Operasi Keselamatan Progo 2026 yang berlangsung serentak di seluruh wilayah hukum Polda DIY. Operasi ini digelar selama empat belas hari, terhitung sejak tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan seluruh jajaran Kepolisian Resor dan Kepolisian Resor Kota di wilayah Yogyakarta.

Pelaksanaan operasi diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang berlangsung di halaman Markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 2 Februari 2026. Apel serupa juga dilaksanakan secara serentak di masing-masing satuan wilayah sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung sebelum operasi berjalan di lapangan.

Operasi Keselamatan Progo 2026 sebagai Langkah Awal Menjelang Idul Fitri

Operasi Keselamatan Progo 2026 merupakan bagian dari strategi kepolisian untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Operasi ini menitikberatkan pada upaya preemtif dan preventif melalui pendekatan yang humanis, persuasif, dan edukatif kepada masyarakat.

Dalam amanat Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Inspektur Jenderal Polisi Anggoro Sukartono, Sarjana Ilmu Kepolisian, yang dibacakan oleh Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Polisi Eddy Djunaedi, Sarjana Ilmu Kepolisian, ditekankan pentingnya profesionalisme dan integritas seluruh personel selama pelaksanaan operasi.

Kapolda mengingatkan agar seluruh anggota menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menghindari tindakan kontra produktif, serta menjaga citra Kepolisian Republik Indonesia di tengah masyarakat. Selain itu, setiap satuan diminta untuk melakukan inovasi yang disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi wilayah masing-masing.

Pendekatan Humanis dan Keselamatan Personel Jadi Perhatian Utama

Selain menekankan pelayanan yang ramah kepada masyarakat, pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta juga mengingatkan pentingnya faktor keselamatan personel selama operasi berlangsung. Seluruh anggota diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan dan menerapkan sistem rekan kerja atau buddy system dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan risiko kecelakaan kerja sekaligus memastikan setiap personel dapat menjalankan tugas secara optimal selama empat belas hari operasi.

Peran Masyarakat dalam Mewujudkan Tertib Lalu Lintas

Melalui Operasi Keselamatan Progo 2026, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi hukum. Kesadaran hukum yang tumbuh dari diri sendiri dinilai menjadi kunci utama dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Sinergi antara kepatuhan masyarakat dan kehadiran aparat kepolisian di jalan raya diharapkan mampu menciptakan situasi lalu lintas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa mudik Lebaran.

Polres Bantul Turut Perkuat Operasi Keselamatan Progo 2026

Di tingkat kewilayahan, Kepolisian Resor Bantul turut melaksanakan Operasi Keselamatan Progo 2026 secara menyeluruh di wilayah Bumi Projotamansari. Operasi ini melibatkan seluruh jajaran Kepolisian Sektor dan didukung oleh instansi terkait lainnya sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.

Kepala Kepolisian Resor Bantul Ajun Komisaris Besar Polisi Bayu Puji Hariyanto menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan sebanyak 240 personel selama masa operasi. Seluruh kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026 dengan fokus utama pada peningkatan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Menurutnya, operasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi jalan raya di wilayah Bantul berada dalam keadaan kondusif sebelum memasuki bulan Ramadan.

Cipta Kondisi Lalu Lintas Menjelang Ramadan dan Operasi Ketupat 2026

Operasi Keselamatan Progo 2026 di wilayah Bantul mengusung tema besar terwujudnya lalu lintas yang aman, nyaman, dan selamat sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Operasi ini sekaligus menjadi upaya cipta kondisi agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan rasa aman.

Kapolres Bantul menegaskan bahwa persiapan dini sangat diperlukan mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang hari besar keagamaan. Oleh karena itu, pembenahan perilaku berlalu lintas dilakukan sejak jauh hari melalui pendekatan edukatif dan persuasif.

Penegakan Hukum Tetap Dilakukan secara Selektif

Dalam pelaksanaannya, petugas di lapangan diarahkan untuk lebih mengutamakan edukasi dan pembinaan kepada pengguna jalan. Meski demikian, penegakan hukum tetap dilakukan, baik melalui sistem tilang elektronik maupun pemberian teguran langsung kepada pelanggar.

Kapolres Bantul menegaskan bahwa sanksi tilang akan diberikan secara selektif, terutama kepada pelanggaran yang berpotensi besar menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Teguran lisan dan tertulis tetap dikedepankan sebagai langkah awal agar masyarakat memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi keselamatan bersama.

Pelanggaran Prioritas dalam Operasi Keselamatan Progo 2026

Sejumlah pelanggaran menjadi sasaran utama dalam Operasi Keselamatan Progo 2026. Di antaranya adalah aksi balap liar yang membahayakan pengguna jalan lain, penggunaan knalpot tidak sesuai standar atau knalpot brong, serta kendaraan tanpa tanda nomor kendaraan bermotor.

Selain itu, petugas juga menindak pengendara yang tidak menggunakan helm atau sabuk keselamatan, melawan arus lalu lintas, sepeda motor yang masuk ke jalur cepat, pengemudi di bawah umur, serta kendaraan yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang ditentukan.

Pelanggaran-pelanggaran tersebut selama ini dinilai sebagai faktor dominan penyebab kecelakaan lalu lintas, sehingga menjadi fokus utama dalam operasi kali ini.

Harapan Menekan Angka Kecelakaan dan Fatalitas Korban

Tujuan akhir dari Operasi Keselamatan Progo 2026 adalah menurunnya jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus meminimalkan fatalitas korban di jalan raya. Kepolisian berharap melalui operasi ini, disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dapat meningkat secara signifikan.

Kapolres Bantul menekankan bahwa setiap nyawa sangat berharga, sehingga upaya pencegahan kecelakaan menjadi prioritas utama. Dengan pendekatan yang lebih bersahabat namun tetap tegas, kepolisian juga berharap dapat meningkatkan kepercayaan dan simpati masyarakat terhadap institusi Polri.

Melalui Operasi Keselamatan Progo 2026, kepolisian ingin menanamkan pemahaman bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan kebutuhan bersama demi menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya.

***

Berita Terkini