Kapan Puasa Ramadan 2026 Dimulai? Ini Prediksi Awal Puasa 1447 H Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Bagikan :
Ilustrasi Kapan Puasa Ramadan 2026 Dimulai? Ini Prediksi Awal Puasa 1447 H Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah/Unsplash

JOGJA BERKABAR – Awal puasa Ramadan 2026 diprediksi jatuh pada pertengahan Februari. Simak penjelasan lengkap jadwal puasa 1447 H menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah, berikut kalender Ramadan 2026.

 

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, perhatian umat Islam di Indonesia mulai tertuju pada satu pertanyaan penting, yakni kapan puasa Ramadan 2026 akan dimulai.

Informasi ini menjadi krusial karena berkaitan langsung dengan persiapan ibadah, pengaturan aktivitas harian, hingga perencanaan agenda keluarga dan pekerjaan.

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki diri, serta memperkuat nilai kebersamaan. Oleh sebab itu, mengetahui estimasi awal puasa sejak dini membantu umat Islam mempersiapkan diri secara lebih matang, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

Mengapa Jadwal Ramadan Terus Bergeser Lebih Awal?

Perbedaan sistem penanggalan menjadi alasan utama mengapa Ramadan selalu maju sekitar 10 hingga 11 hari setiap tahunnya dalam kalender Masehi. Kalender Hijriah didasarkan pada peredaran bulan, khususnya kemunculan hilal setelah terjadinya ijtimak atau konjungsi.

Dalam kalender Hijriah, satu bulan hanya terdiri dari 29 atau 30 hari. Sementara itu, kalender Masehi memiliki durasi bulan antara 29 hingga 31 hari dengan total 365 hari dalam setahun. Perbedaan inilah yang menyebabkan awal Ramadan terus bergeser lebih cepat setiap tahun.

Pada 2026, awal Ramadan diperkirakan kembali berdekatan dengan pertengahan Februari, sebuah kondisi yang tergolong jarang terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Perkiraan Awal Puasa Ramadan 2026

Secara umum, awal puasa Ramadan 1447 Hijriah diprediksi jatuh pada pertengahan Februari 2026. Meski demikian, penetapan resminya tetap menunggu keputusan masing-masing otoritas keagamaan berdasarkan metode yang digunakan.

Di Indonesia, terdapat tiga rujukan utama yang biasa dijadikan acuan masyarakat, yaitu pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah.

Penetapan Awal Puasa Menurut Pemerintah

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah merilis kalender Hijriah nasional yang memproyeksikan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Kendati demikian, tanggal tersebut masih bersifat prediksi.

Keputusan resmi awal puasa akan ditetapkan melalui sidang isbat yang dilaksanakan pada akhir bulan Syaban 1447 Hijriah. Dalam sidang ini, pemerintah mengombinasikan dua metode, yaitu hisab dan rukyat.

Metode hisab digunakan untuk menghitung posisi bulan secara astronomi, sedangkan rukyat dilakukan dengan pengamatan langsung hilal di berbagai titik pantau di Indonesia. Hasil dari kedua metode tersebut kemudian menjadi dasar penetapan awal Ramadan secara nasional.

Pandangan Nahdlatul Ulama Terkait Awal Ramadan 2026

Nahdlatul Ulama pada prinsipnya mengikuti hasil sidang isbat pemerintah dalam menentukan awal puasa Ramadan. Organisasi ini berpegang pada metode rukyatul hilal bil fi’li, yakni pengamatan hilal secara langsung di lapangan.

Apabila hilal berhasil terlihat dan memenuhi kriteria, Nahdlatul Ulama akan menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah sesuai keputusan pemerintah. Namun, jika hilal tidak teramati, maka awal puasa berpotensi bergeser satu hari ke depan.

Dengan demikian, jadwal puasa Ramadan 2026 menurut Nahdlatul Ulama sangat bergantung pada hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama.

Penetapan Awal Puasa Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah dan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal puasa Ramadan 2026. Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal dan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini mengacu pada metode hisab hakiki yang digunakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak menjelang Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12:01:09 UTC.

Dengan prinsip kesatuan mathla’ global, Muhammadiyah menetapkan bahwa awal Ramadan berlaku serentak secara global tanpa menunggu hasil pengamatan hilal di masing-masing wilayah.

Gambaran Kalender Ramadan 2026

Jika merujuk pada prediksi pemerintah, 1 Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026 dan berakhir pada 20 Maret 2026. Sementara itu, menurut Muhammadiyah, Ramadan dimulai lebih awal, yakni 18 Februari 2026 dan berakhir pada 19 Maret 2026.

Perbedaan ini merupakan hal yang lazim terjadi di Indonesia dan telah menjadi dinamika yang dipahami bersama oleh masyarakat. Perbedaan penetapan awal puasa tidak mengurangi nilai ibadah dan tetap berada dalam koridor syariat Islam.

Hitung Mundur Menuju Ramadan 2026

Jika dihitung sejak 8 Januari 2026, awal puasa Ramadan menurut kalender Hijriah versi pemerintah tinggal sekitar 42 hari lagi. Jangka waktu ini menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk mulai mempersiapkan diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta melunasi kewajiban seperti utang puasa Ramadan sebelumnya.

Ramadan juga identik dengan meningkatnya aktivitas keagamaan, perubahan jam kerja, serta kebijakan khusus dari pemerintah dan berbagai institusi. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika masyarakat mulai mencari informasi terkait hitung mundur Ramadan, jadwal puasa, hingga ketentuan yang berlaku selama bulan suci berlangsung.

Makna Penting Menyambut Ramadan

Ramadan selalu hadir membawa suasana yang khas. Bulan ini menjadi waktu diturunkannya Al-Qur’an, bulan penuh ampunan dan rahmat, serta momentum hadirnya Lailatul Qadr yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Dengan mengetahui estimasi awal puasa Ramadan 2026 sejak dini, umat Islam diharapkan dapat menyambut bulan suci ini dengan persiapan yang lebih optimal. Terlepas dari adanya perbedaan penetapan awal Ramadan, semangat untuk menjalankan ibadah puasa dan meningkatkan ketakwaan tetap menjadi esensi utama.

Untuk kepastian jadwal, masyarakat diimbau terus memantau pengumuman resmi dari pemerintah menjelang pelaksanaan sidang isbat. Dengan demikian, ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah dapat dijalankan dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan.

***

Berita Terkini