Ramadan 2026 Tinggal Hitungan Hari: Ini Perkiraan Awal Puasa, Hitung Mundur, dan Jadwal Liburnya

Bagikan :
Ilustrasi Ramadan 2026 Tinggal Hitungan Hari: Ini Perkiraan Awal Puasa, Hitung Mundur, dan Jadwal Liburnya/Pixabay

JOGJA BERKABAR –  Ramadan 2026 tinggal hitungan hari. Simak perkiraan awal puasa, hitung mundur Ramadan, jadwal versi pemerintah, Muhammadiyah, NU, serta libur panjang jelang puasa.

Bulan suci Ramadan selalu menjadi momen yang paling ditunggu oleh umat Islam. Selain karena kewajiban menjalankan ibadah puasa sebagai rukun Islam keempat, Ramadan juga dikenal sebagai bulan penuh keberkahan, ampunan, serta kesempatan memperbaiki kualitas ibadah dan kehidupan spiritual.

Menjelang datangnya Ramadan 2026, banyak masyarakat mulai mencari informasi seputar jadwal awal puasa, hitung mundur menuju Ramadan, hingga potensi perbedaan penetapan awal puasa antara pemerintah dan organisasi Islam. Informasi ini penting agar umat Islam dapat mempersiapkan diri sejak dini, baik secara fisik, mental, maupun ibadah.

Keistimewaan Bulan Ramadan bagi Umat Islam

Ramadan memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Pada bulan inilah Al-Quran pertama kali diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Selain itu, Ramadan dikenal sebagai bulan pengampunan dosa, bulan dilipatgandakannya pahala, serta hadirnya malam Lailatul Qadr yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

Tidak hanya itu, Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan keluarga, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah puasa, salat, sedekah, dan tilawah Al-Quran.

Perkiraan Awal Ramadan 2026 Versi Pemerintah

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, awal Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Namun demikian, penetapan resmi awal puasa Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pemerintah pada tanggal 29 Syaban 1447 Hijriah. Dalam sidang tersebut, penentuan awal bulan dilakukan dengan mengombinasikan metode hisab dan rukyatul hilal di berbagai titik pengamatan di Indonesia.

Oleh karena itu, meskipun kalender telah memberikan gambaran tanggal, umat Islam tetap dianjurkan menunggu keputusan resmi pemerintah.

Penetapan Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah telah menetapkan lebih awal jadwal puasa Ramadan 2026. Melalui Maklumat Nomor 01/MLM/1.1/B/2025, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki dengan menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal. Dengan metode tersebut, Muhammadiyah tidak menunggu hasil rukyatul hilal, sehingga tanggal awal Ramadan dapat ditetapkan lebih awal.

Sikap Nahdlatul Ulama Terkait Awal Ramadan 2026

Hingga kini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama belum mengumumkan secara resmi jadwal awal puasa Ramadan 2026. Dalam menentukan awal bulan Hijriah, Nahdlatul Ulama menggunakan metode hisab imkanur rukyah yang dikombinasikan dengan rukyatul hilal.

Dengan metode ini, keputusan awal Ramadan baru akan diumumkan setelah dilakukan pemantauan hilal pada tanggal 29 Syaban. Karena pendekatannya serupa dengan pemerintah, hasil penetapan Nahdlatul Ulama umumnya sejalan dengan keputusan sidang isbat.

Hitung Mundur Menuju Puasa Ramadan 2026

Berdasarkan perkiraan pemerintah yang menempatkan awal Ramadan pada 19 Februari 2026, jika dihitung dari Selasa, 27 Januari 2026, maka puasa Ramadan tinggal sekitar 22 hari lagi.

Hitung mundur ini menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk mulai mempersiapkan diri, baik dari sisi kesehatan, pengaturan aktivitas, maupun kesiapan ibadah. Persiapan sejak dini akan membantu menjalani Ramadan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Potensi Perbedaan Awal Puasa 2026

Seperti tahun-tahun sebelumnya, potensi perbedaan awal puasa Ramadan tetap terbuka. Perbedaan ini disebabkan oleh penggunaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang berbeda antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama.

Meski demikian, perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dalam khazanah keislaman di Indonesia. Umat Islam diimbau untuk saling menghormati dan mengikuti keputusan yang diyakini sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Long Weekend Menjelang Ramadan 2026

Menjelang Ramadan 2026, masyarakat juga akan menikmati libur panjang atau long weekend. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, terdapat rangkaian libur yang berdekatan dengan awal puasa.

Libur tersebut bertepatan dengan akhir pekan serta perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Rinciannya sebagai berikut:

Sabtu, 14 Februari 2026 merupakan libur akhir pekan.
Minggu, 15 Februari 2026 merupakan libur akhir pekan.
Senin, 16 Februari 2026 ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Selasa, 17 Februari 2026 merupakan Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Momen libur panjang ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk persiapan menyambut Ramadan, seperti mudik awal, menyiapkan kebutuhan puasa, atau meningkatkan ibadah.

Perkiraan Hari Raya Idulfitri 2026

Selain awal Ramadan, masyarakat juga mulai mencari informasi terkait perkiraan Hari Raya Idulfitri 2026. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026, pemerintah memprediksi Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Sementara itu, Muhammadiyah melalui maklumat resminya menetapkan Idulfitri 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Perbedaan ini kembali berkaitan dengan metode penetapan awal bulan Hijriah yang digunakan masing-masing pihak.

Ramadan 2026 sudah semakin dekat dan tinggal hitungan hari. Dengan mengetahui perkiraan awal puasa, hitung mundur Ramadan, hingga jadwal libur menjelang bulan suci, umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang.

Meski terdapat potensi perbedaan penetapan awal puasa, semangat menyambut Ramadan seharusnya tetap sama, yaitu meningkatkan keimanan, memperbanyak ibadah, dan memperkuat kepedulian sosial. Menanti keputusan resmi dari pemerintah dan organisasi Islam menjadi langkah bijak agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan tenang dan penuh keyakinan.

***

Berita Terkini