
Gunungkidul – Di tengah isu pemangkasan Dana Desa dan Dana Keistimewaan, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, justru tancap gas memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat. Salah satunya dengan meluncurkan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) mandiri bagi lansia di Padukuhan Jeruk, Minggu (25/1/2026).
Peresmian atau opening Posbindu Jeruk Kepek ini digelar bersama UPT Puskesmas Wonosari II dan dihadiri sekitar 150 orang lansia. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong warga dalam menjaga kesehatan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Lurah Kepek, Bambang Setiawan, menegaskan Posbindu Jeruk Kepek merupakan Posbindu mandiri ketiga yang diresmikan di wilayahnya. Namun, Posbindu ini memiliki keistimewaan dibanding yang lain.
“Yang membedakan, Posbindu di Jeruk Kepek ini betul-betul lahir dari masyarakat. Ini ajang belajar bersama, kolaborasi relawan dan warga. Ada pemeriksaan penyakit tidak menular seperti gula darah, tekanan darah, asam urat, kolesterol, dan konsultasi kesehatan. Kalau ditemukan indikasi lebih lanjut, akan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Bambang dalam sambutannya.
Ia menyebut keberadaan Posbindu ini sekaligus menjadi jawaban atas kegelisahan para kader kesehatan dan warga di tengah isu pemangkasan anggaran.
“Boleh Dana Desa dipangkas, boleh Dana Keistimewaan dikurangi, tapi semangat masyarakat Kepek untuk sehat tidak bisa dipangkas. Ini murni swadaya dan kolaborasi potensi yang ada. Inisiatif ini lahir dari lembaga adat dan perempuan. Ini luar biasa,” tegasnya.
Menurut Bambang, kegiatan Posbindu Jeruk Kepek direncanakan berlangsung rutin satu bulan sekali. Dengan pola tersebut, diharapkan kondisi kesehatan lansia bisa terpantau lebih baik dan berkelanjutan.
Apresiasi juga datang dari UPT Puskesmas Wonosari II. Ermy Apriyati, S.Tr.Keb., Bdn., selaku bidan pembina wilayah Kalurahan Kepek yang mewakili Kepala UPT Puskesmas Wonosari II, dr. Emilia Arum Pratiwi, menyebut Posbindu mandiri ini sebagai contoh praktik baik kolaborasi masyarakat dan tenaga kesehatan.
“Ini percontohan yang sangat baik. Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan oleh tim Puskesmas Wonosari II, meliputi cek gula darah, tensi, tinggi badan, lingkar perut, hingga konsultasi kesehatan dengan tenaga medis. Yang luar biasa, kegiatan ini direncanakan rutin satu bulan sekali,” kata Ermy.
Ia menambahkan, keberlanjutan Posbindu mandiri akan sangat membantu upaya promotif dan preventif kesehatan lansia, sekaligus meringankan beban layanan kesehatan formal di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.
Manfaat Posbindu ini dirasakan langsung oleh para lansia. Raut bahagia dan rasa syukur tampak jelas dari wajah Sri Hartini, salah satu peserta Posbindu Jeruk Kepek.
“Saya senang sekali. Biasanya pelayanan lansia itu tiga bulan sekali, tapi ini satu bulan sekali. Ini penting banget buat kami para lansia. Terima kasih kepada Pak Lurah, para dokter, tenaga kesehatan, dan semua yang sudah peduli,” ujarnya dengan wajah ceria.
Dengan hadirnya Posbindu mandiri Jeruk Kepek, Kalurahan Kepek menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk terus berinovasi. Justru dari swadaya, kolaborasi, dan kepedulian warga, layanan kesehatan lansia bisa tetap berjalan dan bahkan semakin kuat.(Hr)