
Gunungkidul – Program Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus menunjukkan peran strategis dalam memperkuat arus informasi di tingkat akar rumput. Program kemitraan ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan informasi yang sehat, meningkatkan literasi digital, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga.
Di Kabupaten Gunungkidul, program KIM mulai digencarkan secara masif pada era kepemimpinan Bupati Sunaryanta, khususnya sejak tahun 2025. Sejak saat itu, keberadaan KIM dinilai memiliki potensi luar biasa dalam mendukung pembangunan berbasis partisipasi masyarakat, terutama di kalurahan-kalurahan.
Lurah Wareng, Ari Wibawa, menilai bahwa KIM bukan sekadar wadah penyebaran informasi, tetapi juga ruang pembelajaran bersama bagi masyarakat untuk lebih kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam mengelola informasi di era digital.
“KIM Kominfo ini memiliki potensi yang sangat luar biasa. Melalui KIM, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi produsen informasi yang benar, positif, dan membangun,” ujar Ari Wibawa saat ditemui di Wareng. (20/1)
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks di media sosial, keberadaan KIM menjadi sangat relevan. Anggota KIM dapat berperan sebagai agen literasi digital yang membantu masyarakat memilah informasi, memahami isu publik, serta menyampaikan kebijakan pemerintah secara utuh dan berimbang.
Ari Wibawa menambahkan, KIM juga berfungsi sebagai sarana aspirasi warga. Informasi, keluhan, hingga potensi lokal yang ada di masyarakat dapat disampaikan secara lebih terstruktur kepada pemerintah melalui jaringan KIM.
“Dengan KIM, komunikasi menjadi dua arah. Pemerintah bisa menyampaikan program dan kebijakan, sementara masyarakat juga punya ruang untuk menyampaikan aspirasi, ide, bahkan kritik secara konstruktif,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa KIM memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan kalurahan, mulai dari promosi potensi wisata, UMKM, kegiatan sosial, hingga pelestarian budaya lokal. Konten-konten yang dihasilkan KIM dapat menjadi etalase informasi desa yang mudah diakses publik.
Pada era Bupati Sunaryanta, penguatan KIM dinilai sejalan dengan visi pembangunan Gunungkidul yang menekankan pada transparansi, partisipasi publik, dan pemanfaatan teknologi informasi. Pemerintah daerah juga mendorong KIM untuk beradaptasi dengan perkembangan media digital, termasuk pemanfaatan media sosial dan platform daring sebagai sarana publikasi.
“Kami berharap KIM tidak hanya aktif saat ada kegiatan, tetapi bisa berkelanjutan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari,” kata Ari Wibawa.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terlibat aktif dalam KIM. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kalurahan, KIM, dan warga menjadi kunci agar program ini benar-benar memberi manfaat nyata.
Dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, Program KIM Kominfo diyakini mampu menjadi motor penggerak literasi informasi dan digital di tingkat lokal, sekaligus memperkokoh hubungan antara pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul.(Hari)