Kurang Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Hitung Mundur, Perkiraan Awal Ramadan, dan Jadwal Liburnya

Bagikan :
Ilustrasi Kurang Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Hitung Mundur, Perkiraan Awal Ramadan, dan Jadwal Liburnya/Unsplash

JOGJA BERKABAR – Kurang berapa hari lagi puasa 2026? Simak hitung mundur Ramadan 2026, perkiraan awal puasa menurut pemerintah dan organisasi Islam, serta jadwal libur awal puasa di Indonesia.

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, pertanyaan tentang kurang berapa hari lagi puasa 2026 mulai banyak dicari oleh umat Islam.

Informasi ini tidak hanya penting untuk mengetahui tanggal awal puasa, tetapi juga menjadi dasar dalam menyusun berbagai persiapan, mulai dari agenda ibadah, perencanaan kegiatan keluarga, hingga pengaturan aktivitas sosial selama bulan Ramadan.

Ramadan selalu menjadi momen istimewa yang dinanti. Oleh karena itu, mengetahui perkiraan waktu kedatangannya sejak jauh hari membantu umat Islam mempersiapkan diri secara lebih matang, baik dari sisi spiritual maupun keseharian.

Lantas, sebenarnya berapa hari lagi menuju puasa 2026? Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan perhitungan kalender Islam, ketetapan organisasi keagamaan, serta mekanisme resmi penentuan awal Ramadan di Indonesia.

Hitung Mundur Menuju Puasa 2026

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, awal Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Jika perhitungan dimulai dari Sabtu, 3 Januari 2026, maka jarak menuju awal puasa masih tersisa sekitar 47 hari. Artinya, umat Islam memiliki waktu kurang dari dua bulan untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki bulan penuh ibadah tersebut.

Namun perlu dipahami bahwa tanggal ini masih bersifat perkiraan. Penetapan resmi awal puasa tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar menjelang akhir bulan Syaban.

Perkiraan Awal Puasa 2026 Menurut Muhammadiyah

Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini dilakukan melalui metode hisab hakiki dengan merujuk pada prinsip dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal.

Apabila dihitung dari 3 Januari 2026, maka awal puasa versi Muhammadiyah berjarak sekitar 46 hari. Perbedaan satu hari ini merupakan hal yang lazim terjadi dan sudah menjadi bagian dari dinamika penetapan kalender Islam di Indonesia.

Sikap Nahdlatul Ulama Terkait Awal Puasa 2026

Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama belum mengumumkan tanggal pasti awal puasa 2026. Nahdlatul Ulama menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah, yang menggabungkan perhitungan astronomi dengan pengamatan langsung hilal.

Hasil penentuan awal Ramadan menurut Nahdlatul Ulama baru akan disampaikan setelah proses rukyatul hilal dilakukan pada akhir bulan Syaban. Keputusan tersebut biasanya diumumkan bersamaan atau setelah pelaksanaan sidang isbat pemerintah.

Mengapa Awal Puasa Bisa Berbeda?

Perbedaan penetapan awal puasa umumnya dipengaruhi oleh metode yang digunakan. Secara garis besar, terdapat dua pendekatan utama, yaitu hisab dan rukyat.

Hisab merupakan metode perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan secara matematis. Sementara itu, rukyat adalah metode pengamatan langsung terhadap hilal di berbagai titik pemantauan.

Pemerintah Indonesia mengombinasikan kedua metode tersebut dalam sidang isbat. Adapun organisasi Islam memiliki kriteria dan standar masing-masing dalam memaknai hasil hisab dan rukyat. Perbedaan ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari khazanah keilmuan Islam.

Proses Penetapan Awal Puasa oleh Pemerintah

Penentuan resmi awal Ramadan di Indonesia dilakukan melalui sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Sidang ini melibatkan berbagai pihak, antara lain perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, ahli falak dan astronomi, serta lembaga terkait lainnya.

Hasil sidang isbat inilah yang kemudian dijadikan acuan resmi pemerintah dalam menetapkan awal puasa Ramadan bagi umat Islam di Indonesia.

Jadwal Libur Awal Puasa 2026

Selain soal ibadah, awal Ramadan juga identik dengan penyesuaian aktivitas sekolah. Siswa biasanya mendapatkan libur pada awal puasa sebagai bagian dari kalender pendidikan.

Mengacu pada Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor 89 Tahun 2025 tentang Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026, berikut perkiraan libur awal puasa 2026 untuk jenjang pendidikan PAUD hingga SMA dan SMK di wilayah Jakarta:

  • Senin, 16 Februari 2026
  • Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan libur nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
  • Rabu, 18 Februari 2026
  • Kamis, 19 Februari 2026
  • Jumat, 20 Februari 2026

Jadwal ini memberi kesempatan bagi peserta didik dan keluarga untuk beradaptasi dengan awal Ramadan serta mempersiapkan diri menjalani ibadah puasa.

Makna Menyambut Ramadan 2026

Mengetahui kurang berapa hari lagi puasa 2026 sejatinya bukan hanya tentang hitungan tanggal. Lebih dari itu, informasi ini menjadi pengingat agar umat Islam mempersiapkan diri secara lahir dan batin.

Ramadan adalah bulan penuh ampunan, keberkahan, dan peluang untuk memperbaiki kualitas diri. Menyambutnya dengan persiapan yang baik menjadi bagian dari adab dan kesungguhan dalam beribadah.

Beberapa hal yang dianjurkan untuk dipersiapkan menjelang Ramadan antara lain meluruskan niat, memperbanyak taubat, meningkatkan kualitas shalat, serta membiasakan ibadah sunnah. Selain itu, kesiapan untuk berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah juga menjadi bagian penting dari menyambut bulan suci.

Dengan memahami hitung mundur dan perkiraan awal puasa 2026 sejak dini, umat Islam diharapkan dapat menjalani Ramadan dengan lebih khusyuk, terencana, dan penuh makna.

***

Berita Terkini