
JOGJA BERKABAR – Libur Natal dan Tahun Baru 2025-2026 membuat arus lalu lintas Malioboro diprediksi padat.
Simak skema rekayasa lalu lintas Jogja, pembukaan terbatas Jembatan Kewek, jalur bus wisata, hingga penutupan Malioboro saat malam tahun baru.
Masa libur Natal dan Tahun Baru 2025-2026 mulai terasa di Kota Yogyakarta sejak akhir pekan lalu. Kawasan Malioboro kembali menjadi magnet utama wisatawan, baik rombongan sekolah maupun pengunjung dari luar daerah.
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, aparat kepolisian bersama Pemerintah Kota Yogyakarta telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
Kasat Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, Ajun Komisaris Polisi Alvian Hidayat, menjelaskan bahwa hingga Senin, 22 Desember 2025, kondisi arus lalu lintas menuju dan dari kawasan Malioboro masih dalam kategori terkendali. Kepadatan yang terjadi dinilai masih didominasi oleh bus-bus besar yang membawa rombongan wisata sekolah.
Menurutnya, karakter wisatawan saat ini masih didominasi kelompok besar, sehingga area parkir bus wisata terlihat cukup padat. Namun demikian, situasi tersebut masih dapat dikelola dengan pengaturan lalu lintas yang telah disiapkan oleh petugas di lapangan.
Puncak Wisata Diprediksi Usai Natal
Alvian memperkirakan lonjakan wisatawan dengan pola perjalanan keluarga atau family trip belum sepenuhnya terjadi. Puncak kepadatan diprediksi akan muncul setelah perayaan Natal, bertepatan dengan akhir pekan terakhir Desember dan malam pergantian tahun.
Setelah malam tahun baru, kepadatan diperkirakan masih berlanjut karena bertepatan dengan akhir pekan. Pada periode inilah potensi kemacetan di kawasan Malioboro dan sekitarnya diprediksi meningkat signifikan, sehingga rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara lebih intensif dan situasional.
Pengaturan Khusus Bus Wisata
Untuk mengantisipasi kepadatan akibat bus pariwisata, kepolisian telah menerapkan pengaturan jalur khusus. Bus besar dari arah simpang Janti diarahkan untuk berbelok ke selatan agar dapat langsung menuju tempat khusus parkir.
Bus diarahkan melalui jalur selatan menuju kawasan Blok O, kemudian masuk ke Kota Yogyakarta melalui Gedongkuning. Alternatif lainnya, bus dapat melanjutkan perjalanan ke arah Rejowinangun dan langsung menuju kawasan pojok benteng untuk mengakses tempat khusus parkir Ngabean atau Senopati.
Meski demikian, bus yang masuk melalui Jalan Laksda Adisucipto dan melewati simpang Demangan masih diperbolehkan selama kondisi lalu lintas di lapangan dinilai mencukupi dan tidak menimbulkan kemacetan.
Akses Jembatan Kewek Dibuka Terbatas
Salah satu skema rekayasa lalu lintas yang disiapkan adalah pembukaan terbatas Jembatan Kewek. Saat arus kendaraan pribadi mulai meningkat dan terjadi kepadatan, jembatan yang saat ini ditutup untuk umum dapat dibuka khusus bagi kendaraan roda dua.
Pembukaan ini bersifat situasional dan dilakukan dengan sejumlah persyaratan ketat. Kendaraan roda dua yang melintas akan diatur agar tidak terjadi penumpukan hingga ke atas jembatan. Jumlah kendaraan juga akan dibatasi dan dikendalikan oleh petugas di lapangan.
Menurut Alvian, pola lalu lintas di Jembatan Kewek memang telah disiapkan untuk skema buka tutup terbatas. Lampu lalu lintas di ujung barat jembatan tetap difungsikan dan akan aktif setiap kali akses jembatan dibuka.
Pembukaan Jembatan Kewek umumnya dilakukan pada jam-jam rawan kepadatan, seperti sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Setelah kondisi lalu lintas kembali normal, akses jembatan akan ditutup dan dikembalikan hanya untuk kebutuhan warga sekitar.
Jalan Mataram Jadi Jalur Utama ke Malioboro
Apabila kepadatan menuju Malioboro semakin meningkat, akses masuk kawasan tersebut akan dipusatkan melalui satu jalur utama, yaitu Jalan Mataram. Jalur alternatif melalui ruas lain akan dibatasi untuk mengurangi penumpukan kendaraan.
Kendaraan dari arah Kleringan tidak diperkenankan langsung masuk ke Malioboro, melainkan diarahkan lurus menuju Jalan Pasar Kembang. Dengan skema ini, seluruh akses masuk ke Malioboro, baik dari arah Solo maupun dari simpang empat Gondomanan, akan difokuskan melalui Jalan Mataram.
Skema ini telah disosialisasikan sejak awal dan akan diberlakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi kepadatan di lapangan.
Malioboro Ditutup Saat Malam Tahun Baru
Pada malam pergantian tahun, kawasan Malioboro akan ditutup seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Penutupan direncanakan mulai pukul 18.00 WIB, meskipun waktu tersebut masih dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan.
Kapolresta Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Eva Guna Pandia menjelaskan bahwa selain penutupan jalan, sebagian ruas juga akan dikosongkan dan dipasang pagar besi sebagai jalur darurat medis atau kanalisasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat di tengah kerumunan masyarakat.
Selama masa libur Natal dan Tahun Baru, kegiatan Car Free Night di Jalan Malioboro tidak dilaksanakan, kecuali pada malam tahun baru. Rencana awal Car Free Night dimulai pukul 18.00 WIB, namun pelaksanaannya tetap bersifat situasional dan akan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta dan Dinas Perhubungan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Prediksi Lonjakan Wisatawan dan Kesiapan Pengamanan
Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Polresta Yogyakarta memprediksi sekitar 7 juta orang akan masuk ke Kota Yogyakarta selama libur Natal dan Tahun Baru 2025-2026. Lonjakan ini berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas, khususnya di kawasan Malioboro dan destinasi wisata lainnya.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa pengelolaan lalu lintas menjadi fokus utama, terutama dampak penutupan Jembatan Kewek yang mengalami kerusakan. Arus dari Jalan Mataram diarahkan langsung menuju Malioboro, sementara kendaraan dari arah Jalan Margo Utomo dialihkan melalui Stadion Kridosono.
Bus pariwisata diarahkan berbelok ke kiri dari depan Gramedia menuju Kridosono sebelum memasuki kawasan Malioboro. Malioboro tetap dibuka untuk lalu lintas kendaraan selama Nataru, kecuali pada malam tahun baru yang akan ditutup secara situasional apabila kawasan telah dipadati masyarakat.
Dukungan Operasi Lilin Progo 2025
Untuk mendukung kelancaran dan keamanan selama libur panjang, Polresta Yogyakarta menggelar Operasi Lilin Progo 2025. Sebanyak 268 personel diterjunkan, didukung pengamanan Natal oleh sekitar 600 personel dan pengamanan malam tahun baru sekitar 775 personel.
Sejumlah pos pengamanan juga disiagakan, antara lain pos terpadu di Teteg sisi utara Malioboro, serta pos pengamanan di Tugu, Titik Nol Kilometer, dan kawasan Gembira Loka Zoo. Selain itu, pengamanan ibadah Natal dilakukan di 71 gereja yang tersebar di 14 kemantren, dengan beberapa gereja prioritas mendapatkan sterilisasi dari Tim Gegana.
Imbauan untuk Masyarakat
Polresta Yogyakarta mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta menjaga keselamatan selama bepergian. Pengendara juga diminta memastikan keamanan rumah sebelum bepergian dan tetap waspada terhadap potensi kepadatan di titik-titik wisata.
Dengan berbagai rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan, diharapkan arus kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025-2026 di Kota Yogyakarta, khususnya kawasan Malioboro, tetap berjalan lancar, aman, dan tertib.
***