Gedung Baru Klinik Utama Rawat Inap PDHI Dilaunching Bupati, Sederet Fasilitas dan Pelayanan Jadi Konsentrasi

Bagikan :

GUNUNGKIDUL,(Jogjaberkabar.com) – Bupati Gunungkidul Sunaryanta melaunching secara langsung Kerjasama BPJS Kesehatan dan Peresmian Gedung Baru Klinik Utama Rawat Inap PDHI, di Klinik Utama Rawat Inap PDHI, Logandeng, Kapanewon Playen, Sabtu (14/9).

Direktur Utama Yayasan PDHI, Afifah Cholid mengatakan saat ini klinik Utama Rawat Inap PDHI lebih berfokus pada pelayanan penanganan anak-anak, penyakit dalam, dan jantung.

Ia menuturkan spesialis jantung dan pembuluh darah, spesialis penyakit dalam dan spesialis anak dengan ditunjang dengan spesialis radiologi serta laboratorium juga dipersiapkan sehingga menjadi keunggulan dari klinik tersebut.

Diharapkan dalam waktu dekat klinik ini juga dapat menerima rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) atau pelayanan kesehatan tingkat 1 (PPK 1) sehingga dapat melayani lebih luas masyarakat di Gunungkidul. 

Saat ini Klinik Utama Rawat Inap PDHI sudah memiliki 10 bed yang mana kelas I ada 2 bed, kelas II ada 4 bed, dan kelas III ada 4 bed.

Afifah menambahkan, Klinik Utama Rawat Inap PDHI juga telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga masuk dalam universal health coverage untuk melayani masyarakat dengan BPJS.

“Mudah-mudahan Klinik ini dapat membawa berkah untuk masyarakat Gunungkidul dan dapat berkembang,” tutupnya.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengucapkan selamat atas dilaunchingnya gedung baru di Klinik Utama Rawat Inap PDHI,

“Harapannya bagaimana Gunungkidul mendapatkan tenaga Dokter Spesialis, tetapi memang tidak mudah dan mudah-mudahan dengan adanya Klinik ini ditambah kerjasama dari BPJS dapat menunjang fasilitas kesehatan untuk masyarakat Gunungkidul,”

Bupati juga berharap dengan berkerjasama dengan salah satunya BPJS Kesehatan dapat mempercepat masyarakat untuk mendapatkan kemudahan fasilitas kesehatan,

“Dengan adanya klinik seperti ini kedepat dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat karena saat ini untuk pelayanan kesehatan di Gunungkidul sendiri belum sepenuhnya mendapat pelayanan tercepat,” imbuhnya.

Hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Ismono serta Pembina PDHI dan juga tokoh masyarakat.(Red/Hr)

Berita Terkini