Dari Jogja ke Jembatan Pandansimo Lewat Mana? Jembatan Viral Penghubung Bantul dan Kulon Progo

Bagikan :
Ilustrasi Dari Jogja ke Jembatan Pandansimo Lewat Mana? Jembatan Viral Penghubung Bantul dan Kulon Progo/PUPR

JOGJA BERKABAR – Jembatan Pandansimo kini hadir sebagai ikon baru yang memukau di Bantul dan sekitarnya.

Simak rute menuju Jembatan Pandansimo dari Kota Yogyakarta serta daya tarik arsitekturnya yang sarat makna budaya.

Jembatan Pandansimo, atau yang dikenal pula dengan nama Jembatan Srandakan III, kini menjadi salah satu ikon baru kebanggaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdiri megah di atas Sungai Progo, jembatan ini bukan hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antara Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo, tetapi juga menghadirkan daya tarik visual yang menawan bagi siapa pun yang melintas di atasnya.

Kehadiran infrastruktur ini membuka akses penting di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang selama ini menjadi rute strategis transportasi di wilayah selatan Pulau Jawa.

Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Pandansimo, konektivitas antara Desa Banaran di Kecamatan Galur, Kulon Progo, dan Desa Poncosari di Kecamatan Srandakan, Bantul kini semakin efisien dan lancar.

Pembangunan Jembatan Modern dengan Sentuhan Budaya

Proyek pembangunan Jembatan Pandansimo dimulai pada 17 November 2023 dan selesai pada 20 Juni 2025, dengan waktu pengerjaan mencapai 579 hari kalender. Panjang total jembatan ini mencapai 2.300 meter, sementara bentang utama membentang sejauh 675 meter dengan lebar sekitar 24 meter.

Direktur Pembangunan Jembatan Pandansimo, Rakhman Taufik, menyebutkan bahwa konsep desain jembatan ini tidak hanya mengedepankan kekuatan struktur, tetapi juga menonjolkan nilai-nilai budaya khas Yogyakarta.

Arsitekturnya memadukan unsur modern dengan simbol-simbol tradisional, seperti gapura berbentuk gunungan, ornamen keris, serta shelter berbentuk jolgo yang menggambarkan filosofi kearifan lokal.

“Tujuan utama kami adalah menghadirkan jembatan yang tidak sekadar kokoh, tetapi juga memiliki jiwa budaya Yogyakarta. Unsur-unsur ini menjadi pembeda yang memperkaya karakter Jembatan Pandansimo dibanding jembatan lainnya,” jelasnya.

Selain tampilan yang indah, jembatan ini juga dibangun menggunakan teknologi peredam guncangan sehingga mampu bertahan terhadap gempa bumi. Struktur kokohnya memastikan keamanan pengguna jalan, baik bagi kendaraan maupun pejalan kaki.

Akses Lebih Efisien dan Dampak Ekonomi

Sebelum Jembatan Pandansimo berdiri, ruas JJLS segmen Congot–Ngremang dan Pandansimo–Samas masih terpisah oleh aliran Sungai Progo.

Kondisi tersebut memaksa pengendara menempuh waktu hingga 30 menit hanya untuk menyeberang, yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional kendaraan hingga mencapai Rp10,79 triliun per tahun. Kini, waktu tempuh dapat dipangkas drastis, memberikan efisiensi bagi pengguna jalan dan mendorong aktivitas ekonomi di wilayah selatan Yogyakarta.

Nilai waktu kendaraan tercatat sebesar Rp25,13 miliar, sementara nilai produksi komoditas baru diperkirakan mencapai Rp41,5 miliar per tahun berkat peningkatan arus distribusi barang dan jasa.

Fasilitas Ramah Wisata dan Pejalan Kaki

Menariknya, Jembatan Pandansimo tidak hanya diperuntukkan bagi kendaraan bermotor, tetapi juga dirancang untuk wisata dan kegiatan rekreasi. Di sisi jembatan, tersedia jalur pedestrian yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama indah kawasan pesisir selatan sambil berjalan kaki.

Rakhman Taufik menegaskan bahwa seluruh pengunjung diwajibkan memarkirkan kendaraan di area parkir resmi yang telah disediakan di sekitar jembatan. Baik pengendara, pedagang, maupun wisatawan, tidak diperkenankan berhenti di atas jembatan.

“Semua aktivitas berhenti hanya boleh dilakukan di area parkir. Pejalan kaki dapat menikmati pemandangan dari trotoar yang disediakan, sementara kendaraan dan pedagang tidak diperkenankan berhenti di atas jembatan,” ujarnya.

Rute Menuju Jembatan Pandansimo dari Kota Yogyakarta

Untuk kamu yang ingin mengunjungi Jembatan Pandansimo dari pusat Kota Yogyakarta, berikut rute perjalanan yang dapat ditempuh:

  1. Mulailah perjalanan dari pusat kota menuju arah Kabupaten Bantul, sekitar 4 menit atau 1,2 kilometer ke barat daya.
  2. Setelah menempuh 800 meter, belok kanan sejauh 350 meter, lalu lanjutkan perjalanan melalui Jalan Parangtritis menuju Jalan Lintas Selatan / Jalan Samas / Palbapang–Samas / Pandansimo–Samas.
  3. Belok kanan ke Jalan Manding Imogiri dan teruskan perjalanan sejauh 3,5 kilometer.
  4. Lanjutkan ke Jalan Dawetan Paker / Jalan Paker Babatan, kemudian belok kiri menuju Jalan Samas / Palbapang–Samas setelah sekitar 3,5 kilometer.
  5. Ikuti jalur Pandansimo–Samas sepanjang 6,8 kilometer yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 11 menit.
  6. Terakhir, belok kanan ke Jalan Lintas Selatan / Jalan Samas / Palbapang–Samas / Pandansimo–Samas, lanjut sejauh 5,9 kilometer, dan kamu akan tiba di lokasi Jembatan Pandansimo yang megah di sisi kanan jalan.

Dengan desain yang menawan, struktur yang tangguh, serta akses yang semakin mudah, Jembatan Pandansimo kini bukan hanya infrastruktur penghubung dua kabupaten, tetapi juga destinasi wisata baru yang menarik untuk dikunjungi. Keindahan arsitekturnya yang berpadu dengan nuansa budaya Yogyakarta menjadikannya simbol kemajuan sekaligus kebanggaan masyarakat di wilayah selatan.

***

Berita Terkini