
JOGJA BERKABAR – Dalam rangka memperingati Tingalan Dalem Sri Sultan Hamengku Bawono Ka-10, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat akan menggelar Kirab dan Pergelaran Beksan Trunajaya pada 22 Oktober 2025. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis dengan sistem reservasi online.
Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menggelar agenda budaya istimewa yang sarat makna dalam rangka memperingati Tingalan Dalem Taun Sri Sultan Hamengku Bawono Ka-10.
Tahun ini, masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya berkesempatan untuk turut menyaksikan secara langsung Kirab dan Pergelaran Beksan Trunajaya, sebuah acara yang menggabungkan keanggunan tradisi, seni tari klasik, dan kebersamaan masyarakat.
Acara akbar ini akan berlangsung pada Rabu, 22 Oktober 2025, di kompleks Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan menjadi salah satu momen budaya yang paling dinantikan setiap tahunnya.
Rangkaian Kirab Trunajaya
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Kirab Trunajaya pada pukul 15.00 WIB hingga selesai. Prosesi ini akan dimulai dari Gedung DPRD DIY dan berakhir di Kagungan Dalem Pagelaran Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Kirab ini bukan sekadar arak-arakan seremonial, tetapi juga memiliki nilai filosofis mendalam sebagai simbol penghormatan kepada Sri Sultan serta doa bagi kesejahteraan rakyat Yogyakarta. Dalam prosesi ini, masyarakat dapat menyaksikan kemegahan busana adat, iringan gamelan tradisional, serta barisan abdi dalem yang berjalan dengan khidmat dan tertib.
Atmosfer sakral dan penuh kharisma di sepanjang rute kirab menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang ingin merasakan langsung kekayaan budaya Jawa yang tetap lestari di tengah modernitas.
Pergelaran Beksan Trunajaya
Setelah kirab selesai, acara akan dilanjutkan dengan Pergelaran Beksan Trunajaya pada pukul 18.00 WIB bertempat di Kagungan Dalem Pagelaran Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Beksan Trunajaya merupakan tarian klasik Yogyakarta yang menggambarkan semangat kepahlawanan, keberanian, dan keanggunan gerak tubuh dalam mengendalikan emosi serta nafsu diri.
Tarian ini memiliki nilai filosofis tinggi dan menjadi representasi keindahan seni tari klasik yang diwariskan turun-temurun di lingkungan Karaton.
Selain dapat disaksikan secara langsung, pergelaran ini juga akan disiarkan melalui kanal YouTube Kraton Jogja, sehingga masyarakat dari berbagai daerah dapat ikut menikmati keindahan budaya Yogyakarta secara daring.
Gratis dan Terbuka untuk Umum dengan Sistem Reservasi
Menariknya, seluruh rangkaian acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Namun, bagi masyarakat yang ingin hadir langsung di Pagelaran, diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu yang dibuka mulai Minggu, 12 Oktober 2025 pukul 12.00 WIB.
Pihak Karaton mengimbau agar penonton yang hadir membawa kain kecil atau sapu tangan berwarna merah atau biru—sebagai simbol partisipasi dalam menyemarakkan pergelaran budaya ini.
Reservasi ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan seluruh tamu yang hadir, sekaligus memastikan acara dapat berjalan dengan lancar dan khidmat sesuai tata tradisi Karaton.
Peringatan Tingalan Dalem Sri Sultan Hamengku Bawono Ka-10 bukan hanya momentum seremonial, tetapi juga wujud nyata pelestarian nilai-nilai luhur budaya Jawa yang mengajarkan harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Melalui Kirab dan Pergelaran Beksan Trunajaya, Karaton Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai pusat kebudayaan yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern.
Bagi siapa pun yang mencintai budaya dan sejarah Nusantara, acara ini adalah kesempatan langka untuk menyaksikan langsung keindahan tradisi yang tetap lestari di tanah Mataram.
Jangan lewatkan pergelaran budaya ini pada 22 Oktober 2025 — sebuah perayaan yang memadukan kemegahan, makna spiritual, dan cinta akan warisan leluhur.
***