Daftar Titik Lokasi Banjir Bali Terbaru 15 September 2025: Mana Saja yang Tergenang?

Bagikan :
Ilustrasi Daftar Titik Lokasi Banjir Bali Terbaru 15 September 2025: Mana Saja yang Tergenang?/Unsplash

JOGJA BERKABAR – Hujan deras kembali melanda Bali pada Senin, 15 September 2025, menyebabkan banjir di sejumlah titik di Denpasar dan Badung.

Berikut daftar lokasi banjir terbaru lengkap dengan kondisi terkini dan imbauan BPBD serta BMKG.

Hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah Bali pada Senin pagi, 15 September 2025. Guyuran hujan yang terjadi sejak sekitar pukul 06.30 WITA membuat beberapa kawasan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung kembali terendam banjir.

Genangan air yang semula setinggi lutut orang dewasa di sejumlah titik terus meningkat hingga mencapai paha akibat hujan yang tidak kunjung reda.

Kronologi Banjir di Denpasar

Di kawasan Gang Pandan Sari, Jalan Kebo Iwa Selatan, air mulai menggenang sejak pagi. Warga setempat seperti I Wayan Subawa (58) memilih lebih waspada setelah pengalaman banjir besar yang terjadi beberapa hari lalu.

Ia sudah mengamankan barang dagangan di toko kelontong miliknya, termasuk telur yang sebelumnya hanyut terbawa arus.

Hal serupa dilakukan oleh penghuni kos di kawasan yang sama, Yogi, yang menyebut banjir kali ini kembali muncul karena kapasitas saluran air yang kecil serta tersumbat oleh banyaknya sampah.

Sejumlah rekaman video banjir di Denpasar juga tersebar luas di media sosial dan grup WhatsApp, memperlihatkan kondisi air yang meninggi di Jalan Bukit Tunggal, Jalan Tukad Badung, hingga Jalan Gunung Rinjani.

Daftar Titik Banjir di Denpasar dan Badung

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat sedikitnya lima titik banjir di wilayah Kota Denpasar. Lokasi tersebut meliputi kawasan Pasar Kreneng, Monang-Maning, Jalan Wibisana, Jalan Pandjaitan, Panjer, serta Jalan Gajah Mada.

Selain itu, titik banjir juga ditemukan di beberapa lokasi lain, seperti Jalan Subur di Denpasar Barat, Jalan Gunung Rinjani, Gang Sri Kahyangan, serta Jalan Pantai Berawa di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Debit air juga meningkat di Sungai Taman Pancing, Denpasar Selatan, dengan arus yang membawa sampah dalam jumlah banyak.

Korban Jiwa dan Dampak Banjir

Banjir besar yang melanda Bali sejak pekan lalu telah menimbulkan korban jiwa. Pada Senin pagi, 15 September 2025, jasad seorang pria berinisial SI (60) asal Magetan, Jawa Timur, ditemukan di aliran Tukad Badung, Denpasar.

Ia diduga hanyut terseret arus banjir pada 10 September 2025. Total korban meninggal akibat banjir besar tersebut mencapai 17 orang, tersebar di Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Jembrana, dan Badung.

Imbauan Resmi dari BPBD dan BMKG

Kepala BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada menghadapi potensi banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang akibat hujan deras.

Warga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan saluran air agar aliran tetap lancar.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di Bali.

Hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi pada hari ini. Warga diminta segera melapor kepada BPBD setempat apabila membutuhkan bantuan darurat atau informasi terkait bencana.

Tindakan Cepat Pemerintah Daerah

Pemerintah Provinsi Bali bersama BPBD telah menurunkan tim lapangan untuk merespons titik banjir. Pompa air dikerahkan guna mempercepat penyurutan genangan di sejumlah kawasan.

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyatakan bahwa koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terus dilakukan agar penanganan darurat berjalan cepat dan efektif.

Hujan deras yang melanda Bali kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Selain itu, peran aktif warga dalam menjaga kebersihan saluran air menjadi salah satu kunci agar risiko banjir dapat diminimalisir.

Dengan adanya daftar titik lokasi banjir terbaru ini, diharapkan masyarakat lebih siap dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut di wilayah Bali.

***

Berita Terkini