
JOGJA BERKABAR – Meskipun banjir besar melanda sejumlah wilayah Bali, lalu bagaimanakah penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai?
Hanya saja, akses jalan menuju bandara sempat tergenang, sehingga traveler disarankan berangkat lebih awal agar tidak ketinggalan pesawat.
Bali diguyur hujan deras tanpa henti selama lebih dari 24 jam pada Selasa malam hingga Rabu, 10–11 September 2025.
Kondisi cuaca ekstrem ini mengakibatkan sejumlah kawasan terendam banjir, terutama di Kota Denpasar dan wilayah sekitarnya. Tidak hanya memutus akses jalan raya, peristiwa ini juga menimbulkan korban jiwa.
Data terbaru mencatat sembilan orang meninggal dunia, ratusan warga terdampak, dan sejumlah wisatawan ikut terjebak di tengah bencana.
Di tengah situasi tersebut, muncul pertanyaan besar dari para pelancong maupun warga lokal: apakah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap beroperasi normal?
Bandara Tetap Buka, Penerbangan Berjalan Normal
Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menegaskan bahwa hingga Kamis (11/9/2025) sore, seluruh jadwal penerbangan masih berlangsung sesuai rencana.
Menurutnya, pihak bandara bersama PT Angkasa Pura Indonesia terus melakukan koordinasi intensif dengan maskapai dan stakeholder lain untuk memastikan layanan tetap berjalan lancar.
“Kami pastikan operasional bandara tidak terganggu. Penerbangan berlangsung normal dan standar pelayanan tetap dijaga,” jelas Eka dikutip JogjaBerkabar dari berbagai sumber.
Meski begitu, ia mengimbau calon penumpang untuk mengatur waktu perjalanan lebih longgar. Hal ini mengingat akses jalan menuju bandara sempat lumpuh akibat genangan, khususnya di jalur utama Denpasar–Kuta.
Akses Jalan Terhambat Banjir
Banjir paling parah terjadi di kawasan Underpass Simpang Dewa Ruci, Kuta, yang tergenang sejak Rabu pagi. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas menuju bandara tersendat dan tak bisa dilewati selama beberapa jam.
Situasi ini menyebabkan keterlambatan sebagian penumpang yang hendak mengejar jadwal keberangkatan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, manajemen bandara segera berkoordinasi dengan pihak maskapai agar penumpang yang terjebak kemacetan dapat difasilitasi, termasuk opsi penjadwalan ulang (reschedule).
Langkah Mitigasi dan Penanganan
Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai tidak tinggal diam menghadapi kondisi darurat ini. Berbagai upaya mitigasi dilakukan, antara lain:
- Menambah fasilitas kursi penumpang di area terminal agar calon penumpang tetap nyaman menunggu.
- Mengatur ulang penempatan personel pelayanan terminal untuk mempercepat proses pelayanan.
- Berkoordinasi dengan pengelola transportasi darat di sekitar bandara agar ketersediaan kendaraan tetap terjaga, meski lalu lintas macet di banyak titik.
- Bekerja sama dengan maskapai untuk mengantisipasi potensi keterlambatan penumpang, termasuk mekanisme reschedule sesuai kebijakan masing-masing maskapai.
Menurut Eka, semua langkah tersebut bertujuan menjaga kelancaran pelayanan sekaligus memastikan keselamatan penumpang. “Kami bersama seluruh stakeholder bandara tetap berupaya agar operasional berjalan aman, lancar, dan standar pelayanan terjaga,” katanya.
Imbauan untuk Penumpang
Calon penumpang yang hendak bepergian dari Bandara Ngurah Rai diminta untuk memperhitungkan kondisi lalu lintas dengan cermat. Mengingat sejumlah ruas jalan di Denpasar dan Kuta masih dipengaruhi genangan, masyarakat disarankan berangkat lebih awal agar tidak ketinggalan pesawat.
Pihak maskapai juga telah menyampaikan imbauan serupa kepada para penumpang. Dengan begitu, semua pihak dapat menyesuaikan waktu perjalanan sejak dari rumah atau penginapan menuju bandara.
Simpati untuk Korban Banjir
Dalam keterangannya, Eka juga menyampaikan rasa simpati mendalam kepada warga yang terdampak langsung banjir di Bali. Ia menyebut peristiwa ini sebagai kondisi kahar atau force majeure, yaitu kejadian yang tidak dapat diprediksi.
“Kami turut berduka atas musibah ini dan berharap penanganan banjir dapat berjalan cepat sehingga aktivitas masyarakat kembali normal,” ujar Eka.
Kesimpulan
Meski banjir melanda sejumlah wilayah di Bali dan menimbulkan korban jiwa, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap beroperasi normal. Semua penerbangan berjalan sesuai jadwal, meski akses menuju bandara sempat terganggu. Bagi para traveler, kunci utama agar perjalanan tetap lancar adalah berangkat lebih awal dan selalu memperbarui informasi lalu lintas serta kondisi bandara.
Apakah Anda ingin saya tambahkan juga daftar jalur alternatif menuju Bandara Ngurah Rai untuk melengkapi artikel ini dan membuatnya semakin bermanfaat bagi pembaca?