
jogjaberkabar – Baru-baru ini, warga masyarakat Yogyakarta ramai membicarakan sebuah gending keraton bernama Raja Manggala.
Hal ini muncul setelah alunan musik tradisional Jawa tersebut terdengar jelas mengiringi langkah Sri Sultan Hamengku Buwono X saat turun langsung menenangkan massa aksi di Markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Momen itu menjadi viral di media sosial. Sehingga, tak sedikit warganet yang menyaksikan video kehadiran Sri Sultan merasa penasaran soal apa arti Gending Raja Manggala, dan mengapa diperdengarkan pada momen penuh ketegangan tersebut?
Arti dan Fungsi Gending Raja Manggala
Berdasarkan laman resmi Keraton Yogyakarta, Gending Raja Manggala memiliki arti pemimpin utama. Gending ini biasanya dimainkan saat Sultan miyos atau keluar dari keraton untuk menerima tamu kehormatan.
Dengan irama yang agung dan berwibawa, musik ini seolah menggambarkan kehadiran seorang raja yang memimpin dengan keteguhan serta kewibawaan.
Dalam tradisi keraton, Gending Raja Manggala serupa dengan Gending Prabu Mataram. Keduanya sama-sama mengandung pesan sakral bahwa seorang pemimpin hadir tidak hanya dengan jabatan politiknya, tetapi juga dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.
Makna Filosofis di Balik Gending Raja Manggala
Secara etimologis, kata Raja bermakna pemimpin atau raja, sedangkan Manggala berarti pengarah atau pemimpin utama.
Maka, secara keseluruhan, gending ini menegaskan gambaran seorang raja sebagai sosok yang menuntun dan memberi arah bagi rakyatnya.
Lebih dari sekadar alunan musik, Gending Raja Manggala memuat makna simbolis yang mendalam.
Hal ini melambangkan penghormatan, keteguhan hati, serta kesinambungan tradisi Jawa yang menekankan keseimbangan antara kekuasaan dan kearifan.
Maka tidak heran jika saat gending ini diperdengarkan dalam suasana genting di Yogyakarta, nuansanya langsung menghadirkan rasa sakral sekaligus ketenangan bagi mereka yang menyaksikan.
Pesan Sri Sultan kepada Massa Aksi
Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono X tidak hanya hadir dengan kewibawaan budaya yang ditandai iringan gending, tetapi juga menyampaikan pesan tertentu. Sultan memberikan apresiasi terhadap semangat demokrasi yang ditunjukkan para pengunjuk rasa.
Namun, Sultan juga menekankan pentingnya menjaga jalannya aksi tetap damai, tanpa adanya tindak kekerasan.
Pemimpin Utama
Jadi kesimpulannya, arti Gending Raja Manggala adalah pemimpin utama. Gending ini biasanya dimainkan ketika Sri Sultan keluar dan menerima tamu kerajaan.
Kemudian, kini diketahui bahwa Sultan turun meredakan massa aksi tersebut, mengapresiasi serta berpesan supaya tidak ada kekerasaan saat demonstrasi.***