Teks Shalawat Nariyah Diamalkan Pada Malam Maulid Nabi

Bagikan :
Ilustrasi Shalawat Nariyah yang diamalkan pada malam Maulid Nabi. (Pixabay.com)

jogjaberkabar – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada malam penuh berkah tersebut, berbagai amalan keagamaan biasa dilaksanakan sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW.

Selain doa, zikir, hizib, dan ratib, salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah pembacaan shalawat Nariyah. Shalawat ini sudah lama diamalkan oleh banyak kalangan, termasuk warga Nahdliyin. Mereka menjadikannya bagian dari wirid ba’da salat, majelis taklim, maupun acara peringatan hari besar Islam seperti Maulid Nabi.

Tujuannya tidak lain adalah menumbuhkan semangat keagamaan sekaligus mempererat kecintaan kepada Baginda Rasulullah SAW.

Keutamaan Membaca Shalawat

Keistimewaan shalawat dijelaskan langsung dalam banyak hadits Nabi. Salah satunya adalah riwayat Imam Muslim berikut ini:

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Artinya: “Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali,” (HR Muslim).

Hadits tersebut menunjukkan betapa besar ganjaran pahala bagi siapa pun yang membaca shalawat. Setiap satu kali shalawat, Allah memberikan balasan sepuluh kali lipat. Tidak heran jika umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat, apalagi pada malam Maulid Nabi yang penuh keberkahan.

Popularitas Shalawat Nariyah

Di kalangan masyarakat Muslim, khususnya Nahdliyin, shalawat Nariyah begitu populer. Banyak yang meyakini bahwa shalawat ini menjadi salah satu jalan keluar ketika menghadapi masalah hidup yang sulit. Dengan membaca shalawat Nariyah, seorang hamba menggantungkan harapannya hanya kepada Allah melalui wasilah Rasulullah SAW.

Teks bacaan shalawat Nariyah adalah sebagai berikut:

Teks Arab Shalawat Nariyah

اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Latin:

Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman `alâ sayyidinâ Muḫammadinil-ladzi tanḫallu bihil-`uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdlâ bihil-ḫawâiju wa tunâlu bihir-raghâ’ibu wa ḫusnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa `alâ âlihi wa shaḫbihi fî kulli lamḫatin wa nafasin bi`adadi kulli ma`lûmilak(a).

Artinya:

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih. Berkat dirinya yang mulia hujan pun turun, dan semoga terlimpahkan pula kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.”

Apa Keutamaan Shalawat Nariyah

Dalam kitab Khazinatul Asrar karya Sayyid Muhammad Haqqi An-Nazili dijelaskan bahwa shalawat Nariyah juga dikenal dengan nama Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah.

Masyarakat Maroko menyebutnya demikian karena mereka percaya, jika sebuah hajat ingin dikabulkan atau musibah ingin dihindari, umat Islam dapat berkumpul membaca shalawat ini hingga 4444 kali. Dengan izin Allah, apa yang dicita-citakan akan segera terwujud.

Imam Dainuri juga menegaskan keutamaannya. Menurut beliau, siapa yang membaca shalawat Nariyah sebelas kali setiap selesai salat fardhu, maka rezekinya tidak akan terputus. Bahkan, ia akan mendapatkan kedudukan terhormat serta kelapangan hidup.

Selain itu, hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa membaca shalawat kepadaku seratus kali dalam sehari, maka Allah akan mengabulkan seratus hajatnya; tujuh puluh di akhirat, dan tiga puluh di dunia.”

Rasulullah SAW juga pernah berpesan: “Perbanyaklah shalawat kepadaku, karena shalawat itu dapat menghapus masalah dan menghilangkan kesedihan.”

Shalawat dan Kehidupan Rasulullah SAW di Alam Barzakh

Keutamaan lain yang menakjubkan adalah bahwa Rasulullah SAW mendengar langsung bacaan shalawat yang disampaikan oleh umatnya, meskipun beliau telah wafat. Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits:

“Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa menjawab salam itu.” (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah, dinukil dalam kitab Imam an-Nawawi dengan sanad shahih).

Hadits ini menunjukkan betapa dekatnya hubungan umat Islam dengan Rasulullah SAW. Bahkan setelah wafat, beliau tetap memberikan balasan doa bagi umatnya, termasuk memintakan ampun jika amal mereka kurang baik.

Malam Maulid Nabi menjadi momentum yang sangat tepat untuk memperbanyak amalan, terutama dengan membaca shalawat Nariyah. Selain sebagai bentuk penghormatan dan cinta kepada Rasulullah SAW, shalawat ini juga diyakini membawa keberkahan, melapangkan rezeki, serta menjadi jalan keluar dari segala kesulitan.

Dengan mengingat besarnya keutamaan shalawat, umat Islam diharapkan tidak melewatkan kesempatan emas pada malam kelahiran Nabi Muhammad SAW untuk memperbanyak dzikir, doa, dan tentu saja lantunan shalawat Nariyah.

***

Berita Terkini