
Gunungkidul – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Embung Nglanggeran pada Selasa (26/8/2025). Sat Brimob Polda DIY melalui Intelmob menggelar pertemuan sinergitas bersama berbagai komunitas dan kelompok budaya di Kabupaten Gunungkidul. Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Wandra Danadyaksa, Squad Nusantara, Macan Kecil Jogja (MKJ), serta sejumlah sanggar dan paguyuban jathilan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam merawat hubungan antara aparat keamanan dengan elemen masyarakat, khususnya komunitas pemuda dan pelaku seni tradisi. Kanit Opsnal Intelmob Pak B.I menegaskan bahwa semangat persatuan harus menjadi landasan dalam membangun daerah yang aman dan damai.
“Dalam semangat persatuan, keluarga Brimob bersinergi dengan berbagai aliansi yang memiliki visi kebersamaan. Kolaborasi ini menjadi simbol kekuatan, bahwa persaudaraan dan sinergi mampu melahirkan energi positif demi menjaga keutuhan, solidaritas, dan kedamaian,” ujarnya.
Pertemuan yang dikemas secara santai itu juga menjadi wadah dialog terbuka. Tidak hanya soal keamanan, tetapi juga bagaimana komunitas budaya dapat berperan dalam menciptakan harmoni sosial di tengah masyarakat. Seni tradisi seperti jathilan dinilai memiliki peran strategis sebagai jembatan kebudayaan sekaligus memperkuat identitas lokal Gunungkidul.
Perwakilan komunitas, Mas Sibaz dari Wandra Danadyaksa, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif Brimob DIY. Menurutnya, jalinan komunikasi ini tidak hanya menciptakan rasa aman, namun juga membuka ruang kolaborasi di bidang budaya.
“Intinya, terima kasih sudah bisa berjejaring dengan Brimob DIY, untuk memberi kenyamanan lebih di wilayah hukum Gunungkidul. Terima kasih juga sudah bekerjasama dan membantu pergerakan Wandra Danadyaksa di bidang budaya,” ungkap Mas Sibaz.
Sinergitas ini menjadi bukti bahwa keamanan dan budaya tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus berjalan beriringan untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat solidaritas di tingkat akar rumput. Brimob DIY menegaskan bahwa langkah ini akan terus berlanjut, dengan membangun jejaring bersama berbagai komunitas di wilayah lain.
Dengan lokasi strategis di Embung Nglanggeran—ikon wisata yang sarat nilai sejarah dan budaya—pertemuan ini semakin menegaskan bahwa Gunungkidul adalah ruang kolaborasi. Aparat, komunitas pemuda, dan pelaku seni sama-sama memiliki tanggung jawab dalam menjaga harmoni, sekaligus merawat kebudayaan sebagai perekat persaudaraan.(Hari)