Prestisius dan Spektakuler! Ini Deretan Juara Festival Layang-Layang Internasional 2025

Bagikan :

Yogyakarta — Festival Layang-Layang Internasional Tahun 2025 resmi menetapkan para pemenang terbaik dari berbagai kategori lomba, yang diumumkan pada Sabtu, 27 Juli 2025. Rangkaian kompetisi yang digelar selama dua hari di langit Parangkusumo ini menampilkan layangan-layangan terbaik dari berbagai daerah, memadukan nilai seni, kearifan lokal, hingga inovasi teknologi dalam desain dan penerbangan.

Berikut adalah daftar lengkap juara dari masing-masing kategori lomba:

Kategori Lomba Tradisional
Kejayaan layangan tradisional ditandai dengan dominasi Komam Kite yang berhasil memboyong Juara I melalui layangan Batik Parang dengan skor impresif 970 poin. Disusul Panji Kite dengan tema Burung Hantu yang menempati Juara II (955 poin), dan Aqila Kite dengan desain Batik Ukir di posisi Juara III (915 poin).

Kategori Lomba 2 Dimensi
Persaingan sengit terjadi di kategori ini, di mana Komam Kite kembali mencetak kemenangan lewat karya Satria Winara, meraih Juara I dengan skor 945. Posisi kedua ditempati oleh Pelayang Binangun dengan layangan Langsang (915 poin), sementara Laskar Pelangi dengan desain Hanoman menutup podium di posisi ketiga (880 poin).

Kategori Rokaku Challenge
Kategori ini menguji kecepatan dan ketangkasan dalam menerbangkan layangan Rokaku. Pelangi Jepara tampil dominan dan keluar sebagai juara dengan catatan waktu tercepat, hanya 15 detik! Dikuti Yudhistira Kite (18 detik) dan Panji Kite Cilacap (20 detik) sebagai runner-up dan juara III.

Kategori Lomba 3 Dimensi
Inovasi bentuk dan kompleksitas struktural diuji di kategori ini. Layangan Kalajengking dari Aqila KC berhasil memukau juri dan meraih Juara I dengan skor 925 poin. Di belakangnya, Fakta KC dengan karya Balap Karung menempati posisi kedua (910 poin), disusul Lampung Kite dengan layangan Talo Balak (895 poin).

Kategori Lomba Train
Kategori yang menampilkan rangkaian layangan berbaris ini dimenangkan oleh Yudhistira Kite melalui karya Dewandra Nusantara, meraih skor tertinggi 970 poin. Posisi kedua diraih oleh Pelayang Binangun dengan Sekar Pengayom Jagad (960 poin), sementara Lampung Kite dengan Taksaka meraih posisi ketiga (955 poin).

Dalam surat keputusan resmi, tim juri menyatakan bahwa hasil penilaian bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat, menandakan kredibilitas tinggi dalam penjurian. Keputusan ini ditetapkan di Yogyakarta pada 27 Juli 2025.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi kreativitas, tetapi juga diplomasi budaya dan warisan tradisi layang-layang Indonesia ke kancah internasional. Para juara tidak hanya pulang dengan prestasi, tetapi juga dengan kebanggaan membawa nama daerah mereka ke langit dunia.(Hari)

Berita Terkini