630 Kendaraan Kena Tilang, Kapolres Gunungkidul Akui Dilema Karena Sebagian Besar Pelanggar Lalu Lintas Masih Di Bawah Umur

Bagikan :

Polres dan Dinas Perhubungan menggelar razia gabungan di depan pasar Argosari Wonosari Gunungkidul, Rabu (24/7/2024). Mereka juga menggandeng Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Gunungkidul untuk sidang di tempat bagi para pelanggar lalu lintas.

Kapolres Gunungkidul AKBP Ary Murtini menuturkan tingkat pelanggaran di Gunungkidul masih tinggi. Di mana dalam sepekan gelar operasi Patuh Progo 2024, setidaknya ada 630 pelanggaran yang mereka tilang dan ratusan lain yang mereka lakukan pembinaan.

“Rata-rata karena tidak menggunakan helm, kelengkapan administrasi kurang serta paling banyak anak di bawah umur,” kata dia di sela razia.

Ary mengakui masih cukup banyak anak di bawah umur yang sebenarnya belum waktunya membawa kendaraan namun sudah diberi fasilitas sepeda motor oleh keluarganya. Meski alasannya karena lebih efektif ke sekolah mengingat jarak cukup jauh, namun hal tersebut dilarang dan membahayakan

Kondisi ini memang menjadikan dilema karena di satu sisi jarak sekolah di Gunungkidul memang jauh-jauh, namun di satu sisi anak di bawah umur dilarang membawa kendaraannya sendiri. Meski demikian Kapolres tetap menghimbau agar orangtua tidak memberikan anak di bawah umur fasilitas sepeda motor.

“sekali lagi itu jadi dilema. memang ya orangtua ngasih sarana untuk mempermudah, tapi kami juga menghimbau harusnya itu menjadi tanggung jawab orang tua untuk mengantar anak-anak mereka ke sekolah. Jangan mudah untuk memberikan fasilitas kepada anak-anak apalagi terkait motor karena sebenarnya itu sudah berbahaya,”imbau dia.

Dan Rabu siang ini, dibantu Dishub dan Pengadilan Negeri Gunungkidul, hari Rabu ini pihaknya melaksanakan kegiatan pelaksanaan dalam rangka operasi patuh Progo 2024 yang memang bakal berlangsung dari tanggal 15 Juli sampai dengan 28 Juli 2024. Kali ini lebih kepada penegakan hukum dengan sidang di tempat.

“Jadi pelanggar yang tidak mengenakan helm, tidak membawa kelengkapan administrasi ataupun boncengan 3 serta mengkonsumsi alkohol,” ujarnya di sela razia.

Pihaknya sengaja memilih lokasi di depan pasar Argosari Wonosari karena merupakan lokasi strategis. Ke manapun orang pasti akan lewat di tempat tersebut sehingga akan sangat efektif dan efisien ketika melakukan razia di tempat tersebut.

Kali ini, razia gabungan tidak hanya menyasar kendaraan roda dua namun juga roda empat dan angkutan barang. Pihaknya juga memberikan himbauan kepada pengendara serta memberikan helm secara cuma-cuma kepada pengendara yang tertib namun helmnya sudah usang alias rusak.

“Sidang di tempat ini juga menghemat waktu, masyarakat kalau memang tidak lengkap berarti atau ada pelanggaran kan berarti Pak harus ada administrasi yang dicukupi ya langsung aja sidang, tidak usah molor lagi waktunya,” kata dia

Berita Terkini