6 Amalan di Hari Maulid Nabi 2025 Bagi Muslim: Ladangnya Pahala

Bagikan :
Ilustrasi amalan Maulid Nabi bagi umat Islam. (Pixabay.com)

jogjaberkabar – Setiap kali bulan Rabiul Awwal tiba, umat Islam di seluruh dunia, terutama kalangan Nahdliyin, menyambutnya dengan penuh suka cita. Bulan ini memiliki keistimewaan besar karena pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 570 Masehi, di Kota Makkah, lahirlah sosok agung Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kehadiran beliau menjadi rahmat terbesar bagi alam semesta, sehingga setiap tahunnya peringatan Maulid Nabi selalu dipenuhi dengan kegembiraan, doa, dan berbagai bentuk amalan kebaikan.

Di tahun 2025, Maulid Nabi jatuh pada tanggal 5 September 2025. Perayaan ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meneladani akhlak Nabi, menumbuhkan rasa cinta, dan memperbanyak amal ibadah.

Walau peringatan Maulid Nabi tidak pernah dilakukan langsung pada masa Rasulullah, para ulama, termasuk yang tergabung dalam Nahdlatul Ulama, memandangnya sebagai bid’ah hasanah atau amalan baik yang dianjurkan.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَنْ أَحَبَّنِى كَانَ مَعِيْ فِي الْجَنـَّةِ

“Barang siapa yang mencintai dan merasa bahagia dengan diriku, maka ia akan bersamaku di dalam surga.”

Dari sabda ini, jelas bahwa rasa cinta kepada Nabi dapat diwujudkan dengan berbagai bentuk ibadah dan perbuatan mulia. Lantas, apa saja amalan yang dapat dilakukan oleh seorang Muslim pada hari Maulid Nabi 2025? Berikut enam di antaranya.

1. Melaksanakan Sholat dan Memanjatkan Doa

Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak sholat sunnah, baik sholat tahiyatul masjid maupun sholat hajat. Setelah itu, umat Islam dianjurkan berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon keberkahan, keselamatan, serta rahmat dari Allah SWT.

Doa yang dipanjatkan di hari penuh berkah ini diyakini sebagai wujud syukur atas hadirnya sang pembawa risalah Islam.

2. Membaca dan Mengkaji Kitab Maulid

Salah satu tradisi khas dalam peringatan Maulid Nabi adalah membaca kitab-kitab yang menceritakan perjalanan hidup beliau. Kitab ini biasanya berisi kisah kelahiran, akhlak, perjuangan, hingga keteladanan Rasulullah.

Dengan membacanya, umat Islam dapat semakin mengenal sosok Nabi, memperkuat iman, serta memperkaya wawasan sejarah Islam. Majelis-majelis taklim dan keluarga sering menjadikan kegiatan ini sebagai agenda utama saat Maulid Nabi.

3. Bersedekah dan Membantu Sesama

Bentuk amalan lain yang sangat dianjurkan adalah berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 254:

اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَا عَةٌ ۗ وَالْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.”

Melalui sedekah, seorang Muslim bukan hanya membantu meringankan beban orang lain, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur dan keberkahan dalam hidupnya.

4. Menghadiri Kajian dan Ceramah Agama

Momentum Maulid Nabi juga biasanya diisi dengan pengajian atau ceramah keagamaan. Di forum ini, ulama dan ustadz mengulas kembali ajaran-ajaran Rasulullah serta bagaimana umat Islam dapat mengaplikasikannya di kehidupan modern.

Menghadiri kajian bukan sekadar mendengar, tetapi juga menambah ilmu yang akan membimbing seorang Muslim menuju kebaikan dunia dan akhirat.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Barang siapa yang menginginkan dunia, hendaklah ia berilmu. Barang siapa yang menginginkan akhirat, hendaklah ia berilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya, hendaklah ia berilmu.” (HR Ahmad).

5. Memperbanyak Bacaan Shalawat

Shalawat adalah doa khusus yang diperuntukkan bagi Rasulullah SAW. Pada momen Maulid Nabi, memperbanyak shalawat menjadi amalan utama karena selain sebagai bentuk cinta, juga merupakan ibadah yang akan mendapat balasan istimewa di akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:

أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً

“Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR Tirmidzi).

Oleh karena itu, shalawat seperti Shalawat Nariyah atau shalawat lainnya sangat dianjurkan untuk diamalkan secara rutin, terlebih pada hari peringatan Maulid Nabi.

6. Mengisi Maulid dengan Kegiatan Sosial dan Kebersamaan

Selain ibadah individual, Maulid Nabi sering diwarnai dengan kegiatan kebersamaan, seperti gotong royong, berbagi makanan, hingga menghiasi lingkungan dengan lampu atau hiasan bernuansa Islami. Ada pula masyarakat yang mengadakan pawai dan festival budaya bernuansa religi. Semua itu menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menyebarkan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan Nabi Muhammad.

Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan sekadar peringatan historis, melainkan momentum untuk memperdalam rasa cinta, meneladani akhlak, serta memperbanyak amal shalih.

Enam amalan di atas seperti sholat dan doa, membaca kitab maulid, bersedekah, menghadiri kajian, memperbanyak shalawat, serta mengisi dengan kegiatan sosial adalah ladang pahala yang dapat dikerjakan oleh setiap Muslim pada Maulid Nabi 2025.

Dengan melaksanakannya, diharapkan umat Islam tidak hanya merayakan kelahiran Rasulullah, tetapi juga benar-benar menghadirkan teladan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

***

Berita Terkini