5 Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram: Peluang Emas Meraih Ampunan dan Pahala Besar

Bagikan :
Ilustrasi keutamaan puasa Asyura 10 Muharram. (Pixabay.com)

jogjaberkabar – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah yang dipenuhi dengan berbagai keutamaan. Simak keutamaan puasa Asyura 10 Muharram bagi umat Islam.

Sebagai bulan pertama dalam tahun Islam, Muharram disebut sebagai “bulan Allah”, menandakan kemuliaan dan nilai spiritual yang tinggi dalam berbagai amal ibadah yang dikerjakan selama bulan ini.

Salah satu amalan yang paling dianjurkan di bulan ini adalah puasa Asyura, yaitu puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Meskipun tidak wajib, puasa Asyura memiliki posisi khusus dalam ajaran Islam karena keutamaannya yang luar biasa.

Rasulullah SAW sendiri menjalankannya secara konsisten dan menganjurkan umat Islam untuk turut berpuasa pada hari tersebut. Keistimewaannya tidak hanya menyentuh aspek spiritual, namun juga membawa manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Lantas, apa saja keutamaan dari puasa Asyura? Mengapa hari ke-10 Muharram ini begitu agung? Mari kita bahas secara menyeluruh dalam uraian berikut.

Hukum dan Niat Puasa Asyura

Sebelum membahas keutamaannya, penting untuk memahami hukum dan niat dari puasa ini. Puasa Asyura termasuk ibadah sunnah muakkadah, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Barang siapa yang mau, maka boleh berpuasa. Dan barang siapa yang tidak mau, maka tidak mengapa.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, puasa Asyura memang tidak diwajibkan, namun dianjurkan bagi mereka yang ingin meraih keutamaannya.

Berikut niat puasa Asyura dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘asyuraa sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Aku niat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala.

5 Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram

1. Menghapus Dosa-Dosa Setahun yang Lalu

Salah satu keistimewaan terbesar dari puasa Asyura adalah penghapusan dosa-dosa kecil selama satu tahun ke belakang. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Asyura menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim)

Bayangkan, hanya dengan satu hari berpuasa dengan niat ikhlas di hadapan Allah SWT, dosa-dosa kecil selama 365 hari bisa diampuni. Ini adalah bukti betapa luasnya rahmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Maka dari itu, jangan sia-siakan kesempatan ini untuk memperbarui diri dan memperbaiki catatan amal kita.

2. Termasuk Puasa yang Paling Utama Setelah Ramadhan

Dalam satu riwayat, Rasulullah SAW menegaskan keistimewaan puasa pada bulan Muharram, khususnya Asyura:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)

Pernyataan ini memperlihatkan betapa tingginya kedudukan puasa Asyura di mata Allah SWT. Istilah “bulan Allah” menunjukkan bahwa Muharram adalah waktu yang dimuliakan, dan beribadah di dalamnya membawa keberkahan luar biasa.

Berpuasa di hari Asyura bukan sekadar menahan lapar, tapi merupakan bentuk pengabdian yang sangat dicintai oleh Allah.

3. Mendapatkan Pahala Setara Puasa 30 Hari

Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa satu hari pada bulan Muharram, maka seolah-olah ia berpuasa selama 30 hari.”
(HR. At-Thabrani)

Hadis ini menunjukkan betapa besar ganjaran puasa satu hari di bulan Muharram, termasuk puasa Asyura. Bayangkan, hanya dengan satu hari berpuasa, pahala yang didapat setara dengan puasa sebulan penuh! Ini merupakan bentuk kemurahan dari Allah SWT yang patut disyukuri dan tidak dilewatkan begitu saja.

4. Mendapatkan Ganjaran Sebanding dengan 10.000 Malaikat dan Syuhada

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa pahala puasa Asyura begitu luar biasa:

“Barang siapa berpuasa di hari Asyura, maka Allah memberikan pahala 10.000 malaikat, pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah, serta pahala 10.000 orang mati syahid.”

Pahala tersebut tidak sekadar angka, tetapi simbol dari betapa besar dan luasnya keutamaan berpuasa pada hari yang sangat mulia ini. Satu hari puasa mampu menyamai pahala ibadah besar seperti haji, umrah, bahkan jihad di jalan Allah. Tentu saja, ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk tidak melewatkan Asyura.

5. Mengenang Keselamatan Nabi Musa dan Menghidupkan Sunah Rasulullah

Keutamaan lain dari puasa Asyura adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa besar dalam sejarah kenabian. Rasulullah SAW berpuasa pada hari ini sebagai wujud syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kezaliman Fir’aun.

Ketika Rasulullah SAW mengetahui bahwa orang-orang Yahudi berpuasa pada 10 Muharram sebagai bentuk syukur atas peristiwa itu, beliau bersabda:

“Kami lebih berhak atas Musa daripada mereka.”

Kemudian beliau pun ikut berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkan umat Islam untuk melakukan hal yang sama. (HR. Bukhari dan Muslim)

Melalui puasa ini, umat Islam tidak hanya meraih pahala, tetapi juga mengenang perjuangan tauhid dan menyambung rantai syukur atas nikmat keselamatan yang telah diberikan Allah sejak masa para nabi.

Saatnya Memaksimalkan Muharram dengan Ibadah Terbaik

Puasa Asyura bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah momen spiritual yang sangat berharga bagi umat Islam. Dengan melaksanakannya, kita membuka pintu pengampunan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta mengikuti jejak para nabi dalam bersyukur dan beribadah.

Bagi siapa pun yang ingin memperbaiki diri dan meraih pahala yang berlipat, tanggal 10 Muharram adalah waktu yang sangat tepat.

Jangan tunda niat baik ini. Sambut puasa Asyura dengan kesiapan hati dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih taat dan bersyukur.

Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang meraih keutamaan puasa Asyura dan mendapatkan ridha Allah SWT.

***

Berita Terkini