
jogjaberkabar – Manusia adalah makhluk yang lemah dan tak memiliki kuasa untuk mengetahui apa yang akan terjadi esok hari. Hidup ini penuh dengan misteri dan ketidakpastian, di mana berbagai bahaya bisa mengintai kapan saja.
Dalam situasi seperti itu, berdoa menjadi salah satu bentuk penghambaan dan kepasrahan tertinggi seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Memohon perlindungan dari marabahaya bukan hanya penting bagi diri sendiri, tetapi juga untuk keselamatan orang-orang terdekat seperti keluarga dan kerabat. Doa menjadi benteng spiritual yang menguatkan hati dan memberi ketenangan dalam menjalani kehidupan yang penuh risiko.
Di bawah ini disajikan lima doa lengkap yang dapat dibaca setiap hari, agar kita terhindar dari segala macam keburukan, musibah, hingga kezaliman orang-orang yang berniat jahat.
1. Doa agar Diri dan Keluarga Terhindar dari Segala Keburukan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dihadapkan dengan berbagai macam potensi kejahatan dan gangguan, baik yang terlihat maupun tidak. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk membaca doa ini agar kita senantiasa dijaga oleh Allah dari arah mana pun datangnya bahaya.
اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَمِنْ رَوْعَاتِي، وَأَقِلَّ عَثَرَاتِي وَاحْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَغْتَالَ مِنْ تَحتِي
Bacaan latin:
Allaahummastur ‘auraatii wa min row-‘aatii. Wa aqilla ‘atsarooti wahfazhnii min baini yadayya wa min kholfii, wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fauqii. Wa ‘auudzu bikaa an ughtaala min tahtii.
Artinya:
“Ya Allah, tutuplah cacat, hilangkanlah kekhawatiran, dan kurangilah kesalahan-kesalahanku. Peliharalah diriku dari segala kejelekan, baik dari arah muka, belakang, kanan, kiri, atas, maupun bawah yang datang secara tiba-tiba.”
Doa ini sangat baik dibaca sebelum keluar rumah, bepergian jauh, atau ketika berada dalam situasi yang tidak menentu. Doa ini mencakup permohonan perlindungan dari segala penjuru arah.
2. Doa Mohon Perlindungan dari Takdir Buruk dan Bencana Berat
Takdir adalah sesuatu yang berada di luar kendali manusia. Namun, sebagai hamba, kita diperbolehkan untuk memohon kepada Allah agar dijauhkan dari takdir yang buruk, kesulitan yang melelahkan, dan kegembiraan musuh atas penderitaan kita.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.
Bacaan latin:
Allahumma innii a-‘uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Doa ini sangat tepat dibaca saat hati merasa gelisah terhadap masa depan atau saat menghadapi ujian hidup yang berat.
3. Doa agar Selamat dari Musibah, Kecelakaan, dan Kejahatan Musuh
Tidak sedikit musibah yang menimpa manusia terjadi secara tiba-tiba. Untuk itu, kita diperintahkan untuk selalu memohon perlindungan dari segala macam musibah dan bahaya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
Bacaan latin:
Allaahumma inni a’uudzu bika min jahdil balaa-i wa darkisy syaqoo-i wa suu-il qodhoo-i wa syamaatatil a’doo-i
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari musibah yang berat, kecelakaan yang menimpa, ketentuan yang jelek, dan kejahatan musuh yang zalim.”
Doa ini sebaiknya diamalkan secara rutin, terutama ketika akan bepergian jauh, menaiki kendaraan, atau menghadapi situasi yang penuh risiko.
4. Doa Memohon Perlindungan dari Kejahatan Orang Lain dan Penyimpangan Diri
Tak hanya gangguan fisik, kejahatan orang lain juga bisa berupa tipu daya, fitnah, atau pengaruh buruk yang menyesatkan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, Rasulullah mengajarkan doa ini untuk menangkal hal-hal semacam itu.
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ
Bacaan latin:
Allahumma inni a-‘udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah sampai aku tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Doa ini amat berguna sebagai perlindungan mental dan spiritual, agar kita tetap berada di jalan yang lurus dan tidak terjerumus dalam kejahatan sosial.
5. Doa Menjaga Keluarga dari Bahaya yang Datang Tiba-tiba
Keluarga adalah harta paling berharga yang dimiliki seorang Muslim. Menjaga mereka dari bahaya, baik fisik maupun spiritual, merupakan bagian dari tanggung jawab kita. Maka, penting untuk selalu menyertakan mereka dalam doa-doa harian.
اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَمِنْ رَوْعَاتِي، وَأَقِلَّ عَثَرَاتِي وَاحْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَغْتَالَ مِنْ تَحتِي
Bacaan latin:
Allaahummastur ‘auraatii wa min row-‘aatii. Wa aqilla ‘atsarooti wahfazhnii min baini yadayya wa min kholfii, wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fauqii. Wa ‘auudzu bikaa an ughtaala min tahtii.
Artinya:
“Ya Allah, tutuplah cacat, hilangkanlah kekhawatiran, dan kurangilah kesalahan-kesalahanku. Peliharalah diriku dari segala kejelekan, baik dari arah muka, belakang, kanan, kiri, atas, maupun bawah yang datang secara tiba-tiba.”
Meski doa ini serupa dengan doa pada poin pertama, namun penting ditekankan ulang karena bisa dibaca secara khusus dengan niat perlindungan untuk keluarga secara kolektif, terutama bagi para kepala rumah tangga.
Dalam Islam, doa adalah senjata terbaik seorang mukmin. Ketika usaha sudah dilakukan, doa menjadi jembatan yang menghubungkan kita kepada pertolongan Ilahi. Lima doa di atas dapat dijadikan amalan harian untuk memohon perlindungan dari segala marabahaya.
Luangkan waktu setiap pagi, sore, atau setelah salat wajib untuk membacanya, demi keamanan lahir dan batin baik bagi diri sendiri maupun keluarga tercinta.
***