4 Jalan Tol yang Gratis saat Mudik Lebaran 2026: Mana Sajakah?

Bagikan :
Ilustrasi 4 Jalan Tol yang Gratis saat Mudik Lebaran 2026: Mana Sajakah?/Unsplash

JOGJA BERKABAR – Empat ruas jalan tol akan dibuka gratis saat mudik Lebaran 2026. Simak daftar lengkap tol fungsional, panjang ruas, hingga alasan pembukaannya untuk kelancaran arus mudik.

Mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali diwarnai lonjakan pergerakan kendaraan di berbagai jalur utama. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas sekaligus memperlancar arus perjalanan masyarakat, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan kebijakan khusus berupa pembukaan sejumlah jalan tol tanpa tarif alias gratis.

Langkah ini diharapkan mampu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata, terutama di titik-titik rawan kemacetan yang kerap muncul setiap musim mudik.

Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A Purwantono, menyampaikan bahwa pada periode mudik Lebaran 2026 akan ada empat ruas jalan tol fungsional yang dapat dilalui pemudik tanpa dipungut biaya. Total panjang jalan tol fungsional yang dibuka mencapai 121,64 kilometer dan tersebar di sejumlah koridor strategis, khususnya di jalur Trans-Jawa.

Menurut Rivan, pembukaan tol fungsional gratis bukan semata-mata untuk menambah panjang jalan yang bisa dilalui, tetapi juga sebagai strategi manajemen lalu lintas agar pertemuan arus kendaraan tidak terpusat di satu titik saja. Dengan begitu, potensi kemacetan dapat ditekan sejak awal.

Daftar Jalan Tol Gratis saat Mudik Lebaran 2026

Berikut empat ruas jalan tol yang akan dibuka secara fungsional dan dapat digunakan secara gratis oleh pemudik pada Lebaran 2026.

Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan atau Japek II Selatan menjadi salah satu ruas utama yang difungsionalkan. Koridor tol ini memiliki panjang total sekitar 62 kilometer. Pada masa mudik Lebaran 2026, ruas yang direncanakan dapat dilalui mencapai 54,75 kilometer. Jalur tersebut terbagi dalam beberapa segmen, yaitu Segmen Setu–Sukaragam sepanjang 10,50 kilometer, Segmen Sukaragam–Bojongmangu sepanjang 13 kilometer, serta Segmen Bojongmangu–Sadang dengan panjang 31,25 kilometer. Kehadiran Japek II Selatan diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di Tol Jakarta–Cikampek yang selama ini menjadi titik krusial arus mudik.

Ruas berikutnya adalah Jalan Tol Yogyakarta–Bawen. Tol ini memiliki panjang keseluruhan 75,82 kilometer. Untuk mendukung kelancaran mudik Lebaran 2026, Jasa Marga akan memfungsionalkan Segmen Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 kilometer. Meskipun relatif pendek, segmen ini dinilai strategis karena menghubungkan kawasan Yogyakarta dengan jalur utama menuju Jawa Tengah bagian utara.

Selain itu, Jalan Tol Jogja–Solo juga masuk dalam daftar tol gratis saat mudik Lebaran 2026. Panjang total koridor tol ini mencapai 96,57 kilometer. Di luar ruas yang telah beroperasi dengan tarif, Jasa Marga akan membuka Segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 12,23 kilometer secara fungsional. Ruas ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan di jalur arteri yang selama ini menjadi pilihan utama pemudik di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya.

Tol terakhir yang akan dibuka gratis adalah Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, khususnya Tahap I Probolinggo–Besuki. Rencana panjang ruas fungsional mencapai 49,68 kilometer. Tol ini terdiri atas Segmen Gending–Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer, Segmen Kraksaan–Simpang Susun Paiton sepanjang 11,20 kilometer, serta Segmen Simpang Susun Paiton–Besuki sepanjang 25,60 kilometer. Keberadaan tol ini diharapkan memperlancar arus mudik menuju wilayah Jawa Timur bagian timur yang setiap tahun mengalami peningkatan volume kendaraan.

Proyeksi Volume Kendaraan saat Lebaran 2026

Jasa Marga memperkirakan jumlah kendaraan yang melintas di jaringan jalan tol yang dikelola perusahaan selama periode mudik dan balik Lebaran 2026 akan mencapai sekitar 3,5 juta hingga 3,6 juta kendaraan. Dari total pergerakan tersebut, sekitar 50 persen diprediksi mengarah ke jalur Trans-Jawa, 29 persen menuju arah Merak, dan sisanya mengarah ke kawasan Ciawi.

Khusus kendaraan yang melintas di jalur Trans-Jawa, sekitar 51 persen diperkirakan akan melakukan perjalanan hingga Semarang, sementara selebihnya melanjutkan perjalanan ke arah Cipularang dan wilayah lain di Jawa Barat maupun Jawa Tengah.

Dukungan Teknologi dan Pemantauan Lalu Lintas

Untuk memastikan kelancaran arus mudik, Jasa Marga mengoptimalkan pemantauan berbasis teknologi. Sistem kamera pengawas dipasang di ruas tol dan jalan arteri, termasuk pemantauan kondisi rest area yang kerap menjadi titik kepadatan. Selain itu, sensor ketinggian air juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi genangan atau banjir akibat hujan.

Masyarakat juga didorong memanfaatkan aplikasi Travoy yang disediakan oleh Jasa Marga. Aplikasi ini memungkinkan pengguna memantau kondisi lalu lintas secara real time, mengecek tingkat kepadatan di ruas tol, mengetahui ketersediaan rest area, hingga menyampaikan laporan apabila terjadi gangguan di jalan tol.

Bagaimana dengan Diskon Tarif Tol?

Terkait kebijakan potongan tarif tol pada Lebaran 2026, Rivan menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada arahan resmi dari pemerintah mengenai pemberian diskon tarif. Menurutnya, kebijakan diskon tarif tol pada dasarnya bukan sekadar pengurangan biaya perjalanan, melainkan instrumen untuk mendistribusikan waktu keberangkatan pemudik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada hari tertentu.

Dengan dibukanya empat jalan tol gratis saat mudik Lebaran 2026, diharapkan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan rute perjalanan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menciptakan mudik yang lebih aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

***

Berita Terkini