1 Syaban 2026 Jatuh pada Hari Apa? Ini Jadwal Lengkap, Kalender Hijriah, dan Keutamaan Ibadahnya

Bagikan :
Ilustrasi 1 Syaban 2026 Jatuh pada Hari Apa? Ini Jadwal Lengkap, Kalender Hijriah, dan Keutamaan Ibadahnya/Unsplash

JOGJA BERKABAR – Kapan 1 Syaban 2026 dimulai? Simak jadwal resmi menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah, kalender Syaban 2026 lengkap, waktu Nisfu Syaban, serta anjuran ibadah puasa sunnah.

Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan khusus dalam Islam. Letaknya yang berada di antara Rajab dan Ramadhan membuat bulan ini sering luput dari perhatian sebagian umat Muslim. Padahal, Syaban justru menjadi masa persiapan spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, terutama melalui amalan puasa sunnah yang sangat dianjurkan.

Menjelang pergantian bulan, banyak masyarakat mulai mencari informasi terkait kapan awal Syaban 2026 dimulai, berapa lama bulan ini berlangsung, hingga kapan malam Nisfu Syaban tiba. Berikut ulasan lengkap mengenai jadwal Syaban 2026 berdasarkan kalender Hijriah serta pandangan pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah.

Sekilas Tentang Bulan Syaban dan Keutamaannya

Secara bahasa, terdapat beberapa pendapat mengenai asal-usul nama Syaban. Sebagian ulama menyebutkan bahwa kata Syaban berasal dari kebiasaan bangsa Arab yang berpencar untuk mencari air pada bulan tersebut. Pendapat lain menyatakan bahwa nama Syaban diambil dari kata kerja bahasa Arab yang bermakna terpisah atau muncul, sesuai posisinya yang berada di antara Rajab dan Ramadhan.

Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, Nabi Muhammad SAW secara tegas mengingatkan umat Islam agar tidak mengabaikan bulan Syaban. Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Syaban adalah bulan di mana amal perbuatan diangkat kepada Allah SWT, dan beliau sangat menyukai jika amal tersebut diangkat saat sedang berpuasa.

Inilah yang menjadi dasar kuat anjuran memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban.

1 Syaban 2026 Hari Apa?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal 1 Syaban 1447 Hijriah bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, malam 1 Syaban sudah dimulai sejak Senin malam, 19 Januari 2026, mengingat sistem penanggalan Hijriah berganti hari sejak Matahari terbenam.

Penetapan tanggal ini juga sejalan dengan prediksi dari Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama. Melalui almanak yang disusun secara hisab, NU memperkirakan awal Syaban jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026, meskipun penetapan resminya tetap menunggu hasil pengamatan hilal di akhir bulan Rajab.

Sementara itu, Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal juga menetapkan awal Syaban 1447 Hijriah pada tanggal yang sama, yakni Selasa, 20 Januari 2026.

Dengan demikian, ketiga rujukan besar di Indonesia sepakat bahwa awal bulan Syaban 2026 dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026.

Perbedaan Lama Bulan Syaban 2026

Meski sepakat mengenai tanggal awal Syaban, terdapat perbedaan pandangan terkait jumlah hari dalam bulan tersebut.

Pemerintah dan Nahdlatul Ulama memprediksi bahwa bulan Syaban 2026 berlangsung selama 30 hari, sehingga berakhir pada Rabu, 18 Februari 2026.

Di sisi lain, Muhammadiyah menetapkan bahwa Syaban 1447 Hijriah hanya berlangsung selama 29 hari dan berakhir pada Selasa, 17 Februari 2026. Penetapan ini berkaitan langsung dengan keputusan Muhammadiyah yang menyebutkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Perbedaan ini merupakan hal yang lumrah dalam penetapan kalender Hijriah dan tidak mengurangi esensi ibadah yang dijalankan umat Islam.

Kalender Syaban 2026 dan Konversi Masehi

Berikut konversi kalender Syaban 1447 Hijriah ke kalender Masehi tahun 2026 yang dapat dijadikan panduan ibadah:

Selasa, 20 Januari 2026 / 1 Syaban 1447 Hijriah
Rabu, 21 Januari 2026 / 2 Syaban 1447 Hijriah
Kamis, 22 Januari 2026 / 3 Syaban 1447 Hijriah
Jumat, 23 Januari 2026 / 4 Syaban 1447 Hijriah
Sabtu, 24 Januari 2026 / 5 Syaban 1447 Hijriah
Minggu, 25 Januari 2026 / 6 Syaban 1447 Hijriah
Senin, 26 Januari 2026 / 7 Syaban 1447 Hijriah
Selasa, 27 Januari 2026 / 8 Syaban 1447 Hijriah
Rabu, 28 Januari 2026 / 9 Syaban 1447 Hijriah
Kamis, 29 Januari 2026 / 10 Syaban 1447 Hijriah
Jumat, 30 Januari 2026 / 11 Syaban 1447 Hijriah
Sabtu, 31 Januari 2026 / 12 Syaban 1447 Hijriah
Minggu, 1 Februari 2026 / 13 Syaban 1447 Hijriah
Senin, 2 Februari 2026 / 14 Syaban 1447 Hijriah
Selasa, 3 Februari 2026 / 15 Syaban 1447 Hijriah
Rabu, 4 Februari 2026 / 16 Syaban 1447 Hijriah
Kamis, 5 Februari 2026 / 17 Syaban 1447 Hijriah
Jumat, 6 Februari 2026 / 18 Syaban 1447 Hijriah
Sabtu, 7 Februari 2026 / 19 Syaban 1447 Hijriah
Minggu, 8 Februari 2026 / 20 Syaban 1447 Hijriah
Senin, 9 Februari 2026 / 21 Syaban 1447 Hijriah
Selasa, 10 Februari 2026 / 22 Syaban 1447 Hijriah
Rabu, 11 Februari 2026 / 23 Syaban 1447 Hijriah
Kamis, 12 Februari 2026 / 24 Syaban 1447 Hijriah
Jumat, 13 Februari 2026 / 25 Syaban 1447 Hijriah
Sabtu, 14 Februari 2026 / 26 Syaban 1447 Hijriah
Minggu, 15 Februari 2026 / 27 Syaban 1447 Hijriah
Senin, 16 Februari 2026 / 28 Syaban 1447 Hijriah
Selasa, 17 Februari 2026 / 29 Syaban 1447 Hijriah versi Muhammadiyah
Rabu, 18 Februari 2026 / 30 Syaban 1447 Hijriah versi pemerintah dan Nahdlatul Ulama

Kapan Malam Nisfu Syaban 2026?

Istilah Nisfu Syaban merujuk pada pertengahan bulan Syaban, yaitu tanggal 15. Berdasarkan kalender di atas, 15 Syaban 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Dengan demikian, malam Nisfu Syaban berlangsung pada Senin malam, 2 Februari 2026.

Malam ini sering dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak doa, zikir, dan ibadah sunnah lainnya, meskipun terdapat perbedaan pendapat ulama terkait keistimewaan khususnya.

Anjuran Puasa Sunnah di Bulan Syaban

Banyak hadits shahih yang menjelaskan kebiasaan Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan puasa sunnah di bulan Syaban. Dari riwayat Aisyah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW lebih banyak berpuasa di bulan Syaban dibandingkan bulan-bulan lainnya, selain Ramadhan.

Meski demikian, Nabi Muhammad SAW tidak pernah berpuasa satu bulan penuh di luar Ramadhan. Hal ini menjadi pedoman bahwa puasa Syaban dianjurkan, tetapi tidak sampai menghabiskan seluruh hari dalam sebulan.

Puasa sunnah di bulan Syaban menjadi sarana membersihkan diri, melatih keikhlasan, serta mempersiapkan fisik dan mental sebelum memasuki kewajiban puasa Ramadhan.

Bulan Syaban 2026 dipastikan dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026 menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah. Meski terdapat perbedaan mengenai jumlah harinya, hal tersebut tidak mengurangi nilai ibadah yang dijalankan. Dengan mengetahui jadwal Syaban dan malam Nisfu Syaban, umat Islam diharapkan dapat memaksimalkan amalan, khususnya puasa sunnah, sebagai bekal menyambut bulan suci Ramadhan.

***

Berita Terkini